0223. Hukum Bermain “Game” Online Di Facebook

  • Whatsapp
PERTANYAAN :
Ustadz yang Kami Muliakan. Bagaimana Hukumnya Memainkan GAME yang ada di FB dsb. Syukron Katsir. [Abdurrahim Al Fatih].
JAWABAN :
Hukum memainkannya diqiyaskan pada permainan secara umum karena zaman dulu belum ada game (software) seperti yang ada sekarang, namun sudah ada rambu-rambu permainan yang boleh dan tidak. Misal selagi tidak ada unsur perjudian, tidak melalaikan sholat dan tidak bermain bersama orang yang meyakini keharamannya maka hal itu boleh, game online di FB dsb itu sama seperti halnya permainan biasa pada umumnya seperti bermain catur, hanya saja para ulama lebih memandang positif terhadap permainan catur.
Berikut rambu-rambu hukum permainan secara garis besar, sebagaimana dikutip dari kitab Almausu’ah Fiqhiyyah Kuwaitiyah :
Permainan itu ada yang mubah, ada yang dianjurkan, makruh dan haram. Permainan yang mubah semisal lomba lari, lomba perahu dll yaitu permainan yang memenuhi syarat :
1.tidak ada unsur hinaan yang merendahkan harga diri
2.tidak menyebabkan dhoror pada manusia atau hewan
3.tidak memalingkan dari sholat atau kewajiban agama yang lain
4.tidak mengarahkan pada dusta atau hal-hal lain yang diharamkan
Permaian yang dianjurkan semisal main panah-panahan pada sasaran (tembak-tembakan kalau jaman sekarang) atau lainnya yang bermanfaat melatih perang (pertahanan diri).
Permainan yang makruh seperti bermain adu burung atau merpati karena hal itu tidaklah pantas bagi orang yang terhormat serta membiasakannya bisa memalingkan dari berbuat suatu yang maslahat dan dari amal ibadah.
Permainan yang haram contohnya permainan yang mengandung unsur qimar (judi)ْ
– Almausu’ah Fiqhiyyah Kuwaitiyah :
الموسوعة الفقهية الكويتية ٣٥/ ٢٦٨-٢٦٩
اللَّعِبُ مِنْهُ مَا هُوَ مُبَاحٌ وَمِنْهُ مَا هُوَ مُسْتَحَبٌّ وَمِنْهُ مَا هُوَ مَكْرُوهٌ وَمِنْهُ مَا هُوَ مُحَرَّم
فَمِنَ اللَّعِبِ الْمُبَاحِ الْمُسَابَقَةُ الْمَشْرُوعَةُ عَلَى الأَْقْدَامِ وَالسُّفُنِ وَنَحْوِ ذَلك…..
وَإِبَاحَةُ اللَّعِبِ إِنَّمَا يَكُونُ بِشَرْطِ أَنْ لاَ يَكُونَ فِيهِ دَنَاءَةٌ يَتَرَفَّعُ عَنْهَا ذَوُو الْمَرُوءَاتِ، وَبِشَرْطِ أَنْ لاَ يَتَضَمَّنَ ضَرَرًا فَإِنْ تَضَمَّنَ ضَرَرًا لإِِنْسَانٍ أَوْ حَيَوَانٍ كَالتَّحْرِيشِ بَيْنَ الدُّيُوكِ وَالْكِلاَبِ وَنِطَاحِ الْكِبَاشِ وَالتَّفَرُّجِ عَلَى هَذِهِ الأَْشْيَاءِ فَهَذَا حَرَامٌ، وَبِشَرْطِ أَنْ لاَ يَشْغَل عَنْ صَلاَةٍ أَوْ فَرْضٍ آخَرَ أَوْ عَنْ مُهِمَّاتٍ وَاجِبَةٍ فَإِنْ شَغَلَهُ عَنْ هَذِهِ الأُْمُورِ وَأَمْثَالِهَا حَرُمَ، وَبِشَرْطِ أَنْ لاَ يُخْرِجَهُ إِلَى الْحَلِفِ الْكَاذِبِ وَنَحْوِهِ مِنَ الْمُحَرَّمَاتِ…..
وَمِنَ اللَّعِبِ الْمُسْتَحَبِّ الْمُنَاضَلَةُ عَلَى السِّهَامِ وَالرِّمَاحِ وَالْمَزَارِيقِ وَكُل نَافِعٍ فِي الْحَرب….
وَمِنَ اللَّعِبِ الْمَكْرُوهِ اللَّعِبُ بِالطَّيْرِ وَالْحَمَامِ لأَِنَّهُ لاَ يَلِيقُ بِأَصْحَابِ الْمَرُوءَاتِ وَالإِْدْمَانُ عَلَيْهِ قَدْ يُؤَدِّي إِلَى إِهْمَال الْمَصَالِحِ وَيَشْغَل عَنِ الْعِبَادَاتِ وَالطَّاعَاتِ
وَمِنَ اللَّعِبِ الْمُحَرَّمِ عِنْدَ الْفُقَهَاءِ: كُل لُعْبَةٍ فِيهَا قِمَارٌ لأَِنَّهَا مِنَ الْمَيْسِرِ الَّذِي أَمَرَ اللَّهُ بِاجْتِنَابِهِ
– Hasyiyah jamal ‘alaa alMinhaj X/749 :
وفارق النرد الشطرنج حيث يكره إن خلا عن المال بأن معتمده الحساب الدقيق والفكر الصحيح ففيه تصحيح الفكر ونوع من التدبير ومعتمد النرد الحزر والتخمين المؤدي إلى غاية من السفاهة والحمق قال الرافعي ما حاصله ويقاس بهما ما في معناهما من أنواع اللهو وكل ما اعتمد الفكر والحساب كالمنقلة والسيجة وهي حفر أو خطوط ينقل منها وإليها حصى بالحساب لا يحرم ومحلها في المنقلة إن لم يكن حسابها تبعا لما يخرجه الطاب الآتي وإلا حرمت وكل ما معتمده التخمين يحرم
Perbedaan antara permainan dadu dan catur yang dihukumi makruh bila memang tidak menggunakan uang adalah bahwa permainan catur berdasarkan perhitungan yang cermat dan olah pikir yang benar, dalam permainan catur terdapat unsur penggunaan pikiran dan pengaturan strategi yang benar sedangkan permainan dadu berdasarkan spekulasi yang menyebabkan kebodohan dan kedunguan yang maksimal.
Menurut Imam Rofi’i hukum dadu dan catur tersebut bisa dianalogikan pada semua bentuk permainan dan segala hal dan segala hal yang berdasarkan hitung-hitungan dan pikiran seperti alminqolat dan assijah (jenis permainan di arab) yakni permainan dengan membentuk garis dan lobang-lobang untuk mengisi bebatuan yang di lakukan dengan perhitungan tersendiri. Permainan semacam ini tidak haram, sedangkan semua jenis permainan yang berdasarkan spekulasi hukumnya haram.
– Fath alMu’iin IV/285 :
واللعب بالشطرنج بكسر أوله وفتحه معجما ومهملا مكروه إن لم يكن فيه شرط مال من الجانبين أو أحدهما أو تفويت صلاة ولو ب.نسيان بالاشتغال به أو لعب مع معتقد تحريمه وإلا فحرام ويحمل ما جاء في ذمه من الأحاديث والآثار على ما ذكر
Bermain catur hukumnya makruh bila tidak disertai salah satu ketentuan berikut :
§Disertai dengan harta dari kedua pemain atau salah satunya (karena berarti judi)
§Keasyikan bermainnya tidak sampai meninggalkan sholat meskipun karena meninggalkannya karena unsur lupa,
§Tidak bermain bersama orang yang berkeyakinan mengharamkan catur tersebut

Bila ada salah satu ketentuan di atas maka bermain catur menjadi haram. Wallohu a’lam. [Masaji Antoro, Sae Nopo Sae, Muhsin Pemalang].

Pos terkait