0553. HUKUM IMUNISASI PADA BAYI

PERTANYAAN :
Assalamu’alaikum. Mohon pencerahan : Bagaimana hukum nya imunisasi pada bayi ? Ada kabar dalam vaksin ada yang mengandung babi. Terus di antara poro kyiai ini, ada yang tidak imun tidak ? Rak nggih tetep sehat to ? [Farida Sya’bani].
JAWABAN :
Wa’alaikumsalam wr wb. Hasil Bahtsul Masail PWNU Jatim di PP. Al Usymuni Sumenep Juli 2009 :
Deskripsi : Program pemerintah berupa Imunisasi balita dan vaksin haji yang disinyalir oleh masyarakat ada bahan yang mengandung unsur babi (kami juga… belum mengetahui secara medis). Imunisasi bayi dibutuhkan untuk pertumbuhan bayi agar tidak rentan penyakit dan dibutuhkan oleh jama’ah haji untuk melindungi dari virus yang mungkin dapat tertular. (PCNU Kab Mojokerto)
Pertanyaan : Bagaimana hukum Imunisasi bagi balita dan vaksin bagi jamaah haji sebagaimana deskripsi di atas?
Jawaban : Sesuai dengan hasil pengujian yang dilakukan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia terhadap vaksin Mencevax ACWY nomor bets A73CA24SA (produk lama) dan nomor bets A83CA063B56 (produk baru) yang menyatakan bahwa DNA babi tidak terdeteksi pada kedua contoh vaksin tersebut, maka hukum penggunaan vaksin bagi jamah haji adalah boleh.
Catatan: Tentang kecurigaan adanya keterlibatan enzim babi dalam salah satu bagian dari bahan pembuatan vaksin, mengharap kepada pemerintah agar dapat memproduksi vaksin sendiri, dari bahan yang tidak menimbulkan keresahan. Wallohu a’lam. [Raden Mas LeyehLeyeh, Chabib Musthofa, Dewi Rosita, Rahmat Syaifuddin, Masaji Antoro].
Dasar Keputusan :
المجموع ج 9 ص 37 (الثالثة)
كل طاهر لا ضرر فيه فهو حلال الا ثلاثة أنواع وذلك كالخبز والماء واللبن والفواكه والحبوب واللحوم الطاهرة وغير ذلك لما ذكره المصنف والاجماع (وأما) الانواع الثلاثة المستثناة (فاحدها) المستقذرات كالمخاط والمني ونحوهما وهى محرمة على الصحيح المشهور وفيه وجه ضعيف حكاه امام الحرمين وغيره أنها حلال وممن قال به في المنى أبو زيد المروزى وحكم العرق حكم المني والمخاط وقد جزم الشيخ أبو حامد في تعليقه
مجموع ِشرح المهدب ج 9 ص 42
وَاتَّفَقُوا عَلَى جَوَازِ الْأَكْلِ إذَا خَافَ عَلَى نَفْسِهِ لَوْ لَمْ يَأْكُلْ مِنْ جُوعٍ أَوْ ضَعْفٍ عَلَى الْمَشْيِ أَوْ عَنْ الرُّكُوبِ وَيَنْقَطِعُ عَنْ رُفْقَتِهِ وَيَضِيعُ وَنَحْوِ ذَلِكَ , فَلَوْ خَافَ حُدُوثَ مَرَضٍ مَخُوفٍ فِي جِسْمِهِ فَهُوَ كَخَوْفِ الْمَوْتِ , وَإِنْ خَافَ طُولَ الْمَرَضِ فَكَذَلِكَ فِي أَصَحِّ الْوَجْهَيْنِ , وَقِيلَ : إنَّهُمَا قَوْلَانِ , وَلَوْ عِيلَ صَبْرُهُ وَأَجْهَدَهُ الْجُوعُ فَهَلْ يَحِلُّ لَهُ الْمَيْتَةُ وَنَحْوُهَا ؟ أَمْ لَا يَحِلُّ حَتَّى يَصِلَ إلَى أَدْنَى الرَّمَقِ ؟ فِيهِ قَوْلَانِ ذَكَرَهُمَا الْبَغَوِيّ وَغَيْرُهُ ( أَصَحُّهُمَا ) الْحِلُّ , قَالَ إمَامُ الْحَرَمَيْنِ وَغَيْرُهُ : وَلَا يُشْتَرَطُ فِيمَا يَخَافُهُ تَيَقُّنُ وُقُوعِهِ لَوْ لَمْ يَأْكُلْ , بَلْ يَكْفِي غَلَبَةُ الظَّنِّ , قَالُوا : كَمَا أَنَّ الْمُكْرَهَ عَلَى أَكْلِ الْمَيْتَةِ يُبَاحُ لَهُ أَكْلُهَا إذَا ظَنَّ وُقُوعَ مَا خُوِّفَ بِهِ , وَلَا يُشْتَرَطُ أَنْ يَعْلَمَ ذَلِكَ فَإِنَّهُ لَا يَطَّلِعُ , عَلَى الْغَيْبِ , وَجُمْلَةُ جِهَاتِ الظَّنِّ مُسْتَنَدُهَا الظَّنُّ , وَاَللَّهُ تَعَالَى أَعْلَمُ
Sumber :
http://solusinahdliyin.net/sehat/114-imunisasi-dalam-pandangan-fiqh.html
– Hamisy I’aanah at-Thoolibiin I/104
فـائدة مهـمة) وهي مـااصـله الطهـارة وغلب على الظن تنــجسه لغــلبة النجـاسة فى مـثله , فيه قولان معروفــان بقــولي الاصل والظاهر اوالغـالب, ارج…ـحها انه طاهر عملا بالاصل المتــيقن لانه اضـبط من الغـالب المخـتـــلـف بالاحوال والازمـان. وذلك كـثياب خمار وحائض وصبــيان وأوانى متديـــنين بالنجــاسة وورق يغـلب نــثره على نجس ولعاب صبي وجـوج اشــتهر عمله بشـحم الخــنزير وجبن شامي اشـتهر عمله بأنفحــة الخنـزير وقد جاءه صلى الله عليه وسلم جـبنة من عندهم فــأكل منهاولم يســئل عن ذلك. ذكره شيخـنا فى شرح المنهــاج .اهـ
[ FAEDAH PENTING ] Sesungguhnya sesuatu yang aslinya suci kemudian kuat dugaan menjadi najis karena bercampur dengan sesuatu yang najis maka dalam hal ini terdapat dua pendapat yang terkenal. Pendapat yang lebih unggul adalah bahwa itu suci berdasarkan keasliannya yang telah meyakinkan dank arena lebih kuat ketimbang sekedar dugaan yang bisa berubah-ubah dengan perubahan waktu dan tempat, demikian ini seperti Khammar dan Jukh (sejenis kain sutera). Dalam al-Mugni disebutkan bahwa Ibn Shalah pernah ditanya tentang jukh yang popular dalam omongan orang banyak bahwa didalamnya mengandung lemak babi, Ibn Shalah menjawab “Ia tidak bisa dihukumi najis sampai kenajisannya benar-benar menjadi nyata. [ Hamisy I’aanah at-Thoolibiin I/104 ].
Jadi kalau dah JELAS BABI ya HARAM,
Yang mengandung babi itu yang buat polio, silahkan dicari di http://www.mui.or.id/
Saya pernah dengar masalah ini, tapi kalau memang benar haram maka MUI pun tak akan tinggal diam, tapi yang jelas MUI menghalalkan, saya juga seorang ibu baru anak saya masih balit tetapi untuk kehati hatian saya tidak memberikan vaksin imunisasi. Menurut MUI, vaksin (polio) itu haram karena mengandung tripsin babi tapi diperbolehkan sebab darurat. Karena smp saat ini belum ada pengganti itu (vaksin). Kalau ada penggantinya tentu kami (MUI) melarang keras. MUI memperbolehkan bukan berarti menghalalkan. Haram tetap haram tapi diperbolehkan karena darurat.

Pos terkait