1223. BAHASAN TENTANG TAQWA

OLEH : Bib Mumu Bsa

مبحث التقوى
(Bahasan tentang taqwa )
قال الله تعالى: ( وَمَنْ أَصْدَقُ مِنَ اللَّهِ حَدِيثًا) [النساء:87
(وَمَنْ أَصْدَقُ مِنَ اللَّهِ قِيلاً)
[النساء:122]،
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا ۚ وَاذْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنْتُمْ أَعْدَاءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا وَكُنْتُمْ عَلَىٰ شَفَا حُفْرَةٍ مِنَ النَّارِ فَأَنْقَذَكُمْ مِنْهَا ۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ
وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ ۚ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ
وَلَا تَكُونُوا كَالَّذِينَ تَفَرَّقُوا وَاخْتَلَفُوا مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَهُمُ الْبَيِّنَاتُ ۚ وَأُولَٰئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ
[آل عمران:102-105]
فقوله تعالى:((يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ ))[آل عمران:102]
أمر منه عزَّ وجلَّ لعباده المومنين بتقواه.وكأنه سبحانه قد جمع في التقوى جميع الخيرات العاجلة والاجلة، ثم أمر عباده المؤمنين بها ليفوزوا ويظفروا بما جعله فيها من الخير والصلاح، والسعادة والفلاح؛ رحمة بعباده المؤمنين .وكان بالمؤمنين رحيماً
Allah ta’ala berfirman: (Dan siapa lagi) artinya tidak ada seorang pun (yang lebih benar ucapannya daripada Allah). (An-Nisaa:87)
Dan Firman-Nya: (Dan siapakah lagi) maksudnya tak ada lagi (yang lebih benar dari Allah ucapannya) (An-nisaa:122)
Dan Allah berfirman: (Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah sebenar-benar takwa) yaitu dengan menaati dan bukan mendurhakai, mensyukuri dan bukan mengingkari karunia-Nya dan dengan mengingat serta tidak melupakan-Nya. Kata para sahabat, “Wahai Rasulullah! Siapakah yang sanggup melaksanakan ini?” Maka ayat ini pun dinasakh dengan firman-Nya, “Bertakwalah kamu kepada Allah menurut kemampuanmu.” (dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.)
(Berpegang teguhlah kamu dengan tali Allah) maksudnya agama-Nya (kesemuanya dan janganlah kamu berpecah-belah) setelah menganut Islam (serta ingatlah nikmat Allah) yakni karunia-Nya (kepadamu) hai golongan Aus dan Khazraj (ketika kamu) yakni sebelum Islam (bermusuh-musuhan, maka dirukunkan-Nya) artinya dihimpun-Nya (di antara hatimu) melalui Islam (lalu jadilah kamu berkat nikmat-Nya bersaudara) dalam agama dan pemerintahan (padahal kamu telah berada dipinggir jurang neraka) sehingga tak ada lagi pilihan lain bagi kamu kecuali terjerumus ke dalamnya dan mati dalam kekafiran (lalu diselamatkan-Nya kamu daripadanya) melalui iman kalian. (Demikianlah) sebagaimana telah disebutkan-Nya tadi (Allah menjelaskan ayat-ayat-Nya supaya kamu beroleh petunjuk).
(Hendaklah ada di antara kamu satu golongan yang menyeru kepada kebaikan) ajaran Islam (dan menyuruh kepada yang makruf dan melarang dari yang mungkar. Merekalah) yakni orang-orang yang menyeru, yang menyuruh dan yang melarang tadi (orang-orang yang beruntung) atau berbahagia. ‘Min’ di sini untuk menunjukkan ‘sebagian’ karena apa yang diperintahkan itu merupakan fardu kifayah yang tidak mesti bagi seluruh umat dan tidak pula layak bagi setiap orang, misalnya orang yang bodoh.
(Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang berpecah-belah) dalam agama mereka (dan berselisih) padanya (sesudah datang kepada mereka keterangan yang jelas) mereka itu ialah orang-orang Yahudi dan Nasrani. (Merekalah orang-orang yang mendapat siksa yang berat). (Ali Imraan: 102-105)
dan firman Allah yang berbunyi ‘’Hai orang-orang yang beriman,bertaqwalah kamu kepada Allah sebenar-benar taqwa’’ merupakan perintah Allah Azza wa Jalla kepada hamba-Nya agar bertaqwa,karna Allah telah menghimpun dalam sifat taqwa kebaikan dunia dan akhirat, kemudian kaum mu’minin diperintahkan pula untuk bertaqwa kepada-Nya agar memperoleh kejayaan dan penghormatan yang telah disediakan di dalam sifat taqwa itu dari kebajikan dan kesempurnaan,juga kebahagian dan kemenangan, semata-mata sebagai Rahmat kepada hamba-hamba-Nya yang beriman. Demikianlah, Allah maha pengasih terhadap hamba-hamba-Nya yang mu’min.
((والتقوى)) وصية الله ربِّ العالمين للأولين والاخرين،
dan taqwa juga merupakan wasiat Allah yang paling utama untuk orang-orang terdahulu dan yang datang kemudian,
قال الله تعالى: (وَلَقَدْ وَصَّيْنَا الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِنْ قَبْلِكُمْ وَإِيَّاكُمْ أَنِ اتَّقُوا اللَّهَ )فما من خير عاجل و لا آجل ظاهر ولاباطن ، إلا والتقوى سبيل موصل إليه، ووسيلة مبلغة له. و ما من شر عاجلٍ ولا آجلٍ ، ظاهر ولا باطن إلا والتقوى حرز حريز،وحصن حصين للسلامة منه، والنجاة من ضرره .
Allah berfirman:”(Dan sungguh telah Kami pesankan kepada orang-orang yang diberi Kitab) maksudnya kitab-kitab (sebelum kamu) yaitu orang-orang Yahudi dan Nasrani (dan juga kepada kamu) hai Ahli Alquran (supaya) artinya berbunyi: (“Bertakwalah kamu kepada Allah) takutilah siksa-Nya dengan jalan menaati-Nya,” (an-Nisa:131)oleh karna itu, tidak ada suatu kebaikan pun didunia ataupun di akhirat, kebaikan lahir maupun bathin, melainkan hanya taqwa yang menjadi jalan dan penyebab yang mengantarkan kita kepadanya, demikian pula sebaliknya, tidak ada suatu kejelekan pun di dunia ataupun di akhirat, kejelekan lahir maupun batin, melainkan hanya taqwa yang menjadi dinding yang kokoh dan benteng yang teguh untuk menyelamatkan kita daripadanya, dan melepaskan kita dari bencananya.
وكم علَّق الله العظيم في كتابه العزيز على التقوى من خيرات عظيمة، وسعادات جسمية.
dalam hal ini, Allah ta’ala telah banyak menjelaskan kepada kita melalui kitab-Nya yang mulia, bahwa dalam sifat taqwa terdapat kebahagian yang utama dan kebaikan yang tak terhitung banyaknya.
فمن ذلك المعية الإلهية الحفظية اللطفية ،قال الله تعالى: (وَاتَّقُوا اللَّهَ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ مَعَ الْمُتَّقِينَ).
di antara kebaikan-kebaikan itu ialah, keikut sertaan Tuhan dalam menjaga dan memelihara diri kita. Allah berfirman: ”bertaqwalah kepada Allah dan ketahuilah, bahwa Allah beserta orang-orang yang bertaqwa” (al-baqarah:194)
ومن ذلك العلم اللدني قال الله تعالى :(وَاتَّقُوا اللَّهَ وَيُعَلِّمُكُمُ اللَّهُ)،
kebaikan lainnya ialah, Ilmu ladunni. Allah berfirman: ”dan bertaqwalah kepada Allah, Allah mengajarkanmu.” (al-baqarah:282)
ومن ذلك الفرقان عند الاشتباه ووقوع الإشكال، والكفارة للسيئات، والمغفرة للذنوب؛ قال الله تعالى: (يِا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ إَن تَتَّقُواْ اللّهَ يَجْعَل لَّكُمْ فُرْقَاناً وَيُكَفِّرْ عَنكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ وَاللّهُ ذُو الْفَضْلِ الْعَظِيمِ) [الأنفال: 8].
lainnya lagi, mampu membedakan timbulnya kekeliruan atau terjadi kemusykilan. juga sebagai penebus kesalahan dan penyuci dosa-dosa. Allah berfirman:” hai orang-orang yang beriman, jika kamu bertaqwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan kepadamu Furqan dan menghapuskan segaala kesalahan-kesalahan dan mengampuni (dosa-dosa)mu. dan Allah mempunyai karunia yang besar”. (Al-anfal:29)
ومن ذلك النجاة من النار، قال الله تعالى 🙁 وَإِنْ مِنْكُمْ إِلا وَارِدُهَا كَانَ عَلَى رَبِّكَ حَتْمًا مَقْضِيًّا * ثُمَّ نُنَجِّي الَّذِينَ اتَّقَوا وَّنَذَرُ الظَّالِمِينَ فِيهَا جِثِيًّا) [مريم :71-72].
lainnya lagi ialah, keselamatan dari api neraka. Allah berfirman: ”dan tidak ada seseorangpun daripadamu, melainkan mendatangi neraka itu. hal itu bagi Tuhanmu adalah suatu kemestian yang sudah ditetapkan. kemudian kami akan menyelamatkan orang-orang yang bertaqwa dan membiarkan orang-orang yang dhalim di dalam neraka dalam keadaan berlutut” (Maryam:71-72)
وقال : (وَ يُنَجِّي اللَّهُ الَّذِينَ اتَّقَوْا بِمَفَازَتِهِمْ لا يَمَسُّهُمُ السُّوءُ وَلا هُمْ يَحْزَنُونَ)[الزمر:61].
firman-Nya lagi:”dan Allah menyelamatkan orang-orang yang bertaqwa karna kemenangan mereka, mereka tiada di sentuh oleh adzab (neraka dan tidak pula) mereka berduka cita” (Az-zumar:61)
ومن ذلك المخروج من الشدائد، والرزق من حيث لا يحتسب، واليسر وعظم الأجر
lainnya lagi ialah, diberi jalan keluar dari kesulitan dan di beri Rizqi dari tempat yang tidak disangka-sangka,senantiasa hidup berlapang dada, dan mendapat ganjaran yang besar pula.
Allah berfirman: وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ ”Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya”.(Ath-thalaq:2-3)
dan Firman-Nya: وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مِنْ أَمْرِهِ يُسْرًا ”Dan barang siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya’‘.( Ath-thalaq:4)
dan firman-Nya: وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يُكَفِّرْ عَنْهُ سَيِّئَاتِهِ وَيُعْظِمْ لَهُ أَجْرًا ”dan barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan menghapus kesalahan-kesalahannya dan akan melipat gandakan pahala baginya.” (ath-thalaq:5)
ومن ذلك الوعد بالجنة، قال الله تعالى: (تِلْكَ الْجَنَّةُ الَّتِي نُورِثُ مِنْ عِبَادِنَا مَن كَانَ تَقِيًّا)[مريم :63]،
kebaikan lainnya ialah janji akan di masukan kedalam surga, Allah berfirman:”itulah surga yang akan kami wariskan kepada hamba-hamba kami yang bertaqwa” (Maryam:63
وقال الله تعالى :(مَّثَلُ الْجَنَّةِ الَّتِي وُعِدَ الْمُتَّقُونَ )[الرعد:35]،dan Allah berfirman:”(apakah) perumpamaan (penghuni) surga yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertaqwa” (Muhammad:15)
(وَأُزْلِفَتِ الْجَنَّةُ لِلْمُتَّقِينَ )[الشعراء :90]،
”dan (dihari itu) didekatkan surga kepada orang-orang yang bertaqwa”(asy-syua’ra:90)(إنَّ لِلْمُتَّقِينَ عِندَ رَبِّهِمْ جَنَّاتِ النَّعِيمِ )[القلم :68]،”sesungguhnya bagi orang2 yang bertaqwa (disediakan) surga-surga yang penuh kenikmatan di sisi Tuhannya” (al-Qalam:34)
(إِنَّ الْمُتَّقِينَ فِي جَنَّاتٍ وَنَهَرٍ* فِي مَقْعَدِ صِدْقٍ عِندَ مَلِيكٍ مُّقْتَدِرٍ)[القمر :54-55].
”sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa itu di dalam taman-taman dan sungai-sungai,di tempat yang disenangi disisi Tuhan yang berkuasa” (al-Qamar:54-55)
ومن ذلك الكرامة في الدنيا والاخرة، قال تعالى: ( إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ )[الحجرات:49].
kemulian lainnya lagi ialah, mendapat kemulian di dunia dan akherat, Allah berfirman:”sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertaqwa di antara kamu” (al-Hujurat:13)
فجعل الكرامة عنده بالتقوى، لا بالأنساب ولا بالأموال ولا بشيء آخر. وكم وعد الله ورسوله على التقوى من خيرات وسعادات، ودرجات وحسنات، وصلاح وفلاح، وغنائم وأرباح، يطول ذكرها، ويتعذر حصرها .
Allah telah menjadikan kemulian di sisi-Nya dengan taqwa, bukan sebab keturunan, bukan harta kekayaan, dan bukan dengan sebab-sebab yang lain, dan sangat banyak, Allah dan Rasul-Nya telah menjanjikan berbagai kebaikan dan kebahagiaan,derajat dan kebajikan,kesempurnaan dan kemenangan, harta kekayaan dan keuntungan, semua itu terlalu panjang diungkapkan, dan terlalu sulit untuk dihitung.
وما أحسن ما قيل في المعنى :
من يتَّقِ الله فذاك الذي … سِيقَ إليه المتجرُ الرابحُ
dan betapa bagus dari apa yang diungkapkan oleh syair berikut ini:” siapa yang bertaqwa kepada Allah, mendapat keuntungan yang berlimpah ruah”
وقيل أيضاً:
من عرف الله فلم تغنه … معرفة الله فذاك الشقي
ما ضرَّ ذا الطاعة ما ناله … في طاعة الله وماذا لقي
ما يصنع العبد بعزِّ الغنى … والعزُّ كلُّ العزِّ للمتقي
syair yang lain: mengenal Tuhan tapi membelakangi-Nya, bukankah itu celaka namanya, segalah bencana dalam menta’ati Tuhan tak akan membahayakan jika dapat ditahan, kaya di dunia bukanlah kemuliaan, kemulian yang Haqiqi adalah ketaqwaan

Pos terkait