1372. Anak-anakku Memiliki Allah Azza Wa Jall

  • Whatsapp

Kang As’ad >>>
Muslimah bin Abdul Malik mengunjungi
khalifah Umar bin Abdul Aziz pada saat beliau sakit yang akhirnya menghantarkan
beliau hingga wafat. Setelah sampai di tempat beliau, beliau berkata; “Wahai
Amirul Mukminin, engkau telah meninggalkan anak-anakmu dalam keadaan
membutuhkan orang lain, oleh karena itu berwasiatlah kepadaku agar aku bisa
memberikan kecukupan kepadamu atas urusan-urusan mereka, sesungguhnya engkau
tidak meninggalkan apa-apa untuk mereka dan tidak pula memberikan harta untuk
mereka”.
Mendengar perkataan beliau, khalifah Umar
bin Abdul Azizi berkata kepadanya; “Wahai Said, sesungguhnya anak-anakku memiliki
Allah Yang telah menurunkan al-Kitab, dan Dia-lah Dzat Yang memenuhi kebutuhan
orang-orang shalih”.
Setelah berkata demikian, khalifah Umar bin
Abdul Aziz segera memanggil anak-anaknya, mereka semua berjumlah empat belas
orang anak, kemudian beliau memandang mereka dan beliau melihat mereka sedang
memakai pakaian dari bahan-bahan yang kasar, setelah mereka mendatangi tempat
bapak mereka, beliau melihat dari kedua mata khalifah Umar bin Abdul Aziz
terlihat meneteskan air mata lalu khalifah Umar berkata kepada mereka; “Aku
berwasiat kepada kalian agar bertakwa kepada Allah Yang Maha Agung, hendaknya
yang kecil di antara kalian menghormati yang besar, dan hendaknya yang besar di
antara kalian menyayangi yang kecil”.
Kemudian khalifah Umar bin Abdul Aziz
berkata berkata kepada Muslimah; “Wahai Abu Said, sesungguhnya anak-anakku
diantara dua hal, bisa jadi mereka beramal dalam ketaatan kepada Allah, maka
Allah tidak akan pernah menyia-nyiakan mereka, dan bisa jadi mereka adalah
orang yang bermaksiat kepada Allah, maka aku tidak senang untuk menolong
kemaksiatan mereka dengan harta benda”.
Lalu beliau melanjutkan; “Berdirilah kalian
semua, semoga Allah selalu menjaga kalian dan menolong kalian”.
Setelah berkata demikian, beliau memanggil
Raja’ bin Hayah lalu beliau meminta waktu sebentar untuk berbicara  berdua saja dengannya. 
Beliau berkata kepada
kepadanya; “Wahai Raja’, sesungguhnya kematian akan segera datang menjemputku,
aku memintamu untuk berjanji kepadaku dengan janji yang tidak aku sampaikan
kepada orang lain selain dirimu. Jika aku telah mati, aku ingin engkau menjadi
orang yang menguburkanku, jika engkau telah meletakkan aku di dalam liang
lahat, bukalah penutup wajahku dan lihatlah wajahku tersebut. Sesungguhnya aku
telah menguburkan tiga orang laki-laki dengan tanganku sendiri lalu aku buka
wajah mereka ketika di dalam kubur, aku melihat wajah mereka berubah warna
menjadi hitam dan mata mereka keluar dari wajah-wajah mereka. Oleh karena itu
wahai Raja’, maka bukalah penutup wahajahku lihatlah, jika engkau melihat tanda
seperti yang telah aku ceritakan tadi, maka tolong simpan untuk dirimu saja dan
jangan engkau ceritakan pada orang lain, dan jika yang engkau lihat adalah
selain dari ciri yang telah aku ceritakan kepadamu tadi, maka pujilah Allah
Ta’ala atas itu semua”.
Raja’ kemudian berkata; “Aku menjalankan
semua yang diwasiatkan beliau kepadaku, setelah aku meletakkan beliau ke liang
lahat lalu aku membuka penutup wajahnya, aku melihat wajahnya sangat bersinar
bagaikan bulan purnama”.

Pos terkait