1416. FENOMENA TANDA-TANDA KIAMAT : TURUNNYA YA’JUJ DAN MA’JUJ

PERTANYAAN :
Assalamu’alaikum wr wb. Wahai sodara/i seiman mohon penjelasan ya’juj dan ma’juj itu apa sich?. Matur kesuwun. [Fiqa Ro Fiqo].
JAWABAN :
Siapakah Ya’juj dan Ma’juj ?? Penjelasan dari Kitab Badai’uz Zuhur karya al-Imam as-Suyuthi :
قال الحسن البصرى ان يأجوج ومأجوج أصلهم من ولد يافث بن نوح عليه السلام ويافث أبو الترك ويأجوج ومأجوج من الترك
Imam Hasan al-Bashri mengatakan bahwasanya Ya’juj Ma’juj asalnya adalah keturunan dari Yafets bin Nuh alaihissalam, sedangkan Yafets adalah bapak dari at-Turk dan Ya’juj Ma’juj berasal dari at-Turk.
قال وهب بن منبه انما سمى الترك تركا لأن ذا القرنين لما بنى السد على يأجوج ومأجوج كان منهم جماعة غائبون لم يعلموا ببناء السد فتركوا خارج السد فسموا تركا
Wahab bin Munabbih mengatakan alasan at-Turk disebut dengan turk karena Dzul Qornain ketika membangun dinding untuk mengurung Ya’juj Ma’juj ada sebagian kelompok dari golongan mereka (Ya’juj Ma’juj) yang tidak hadir dan mereka tidak mengetahui tentang dibangunnya dinding, oleh karena itu mereka ditinggalkan diluar dinding, lalu disebutlah mereka dengan turk (ditinggalkan).
وقال بعضهم ان يأجوج ومأجوج خلقوا من نطفة آدم حين فاض منيه لما أهبط الى الأرض فاختلطت تلك النطفة بالتراب فخلق الله تعالى منها يأجوج ومأجوج وليس هم من حواء فأنكر بعض العلماء هذا القول وقال انه ليس بصحيح.
Sebagian ulama mengatakan bahwasanya Ya’juj Ma’juj diciptakan dari air mani Adam ketika air maninya tertumpah pada waktu Adam diturunkan ke bumi, kemudian bercampurlah air mani tersebut dengan debu, lalu Allah Ta’ala menciptakan dari debu yang bercampur mani Adam tersebut Ya’juj Ma’juj dan mereka bukan berasal dari Hawa. Sebagian Ulama mengingkari pendapat ini dan menyatakan bahwasanya pendapat ini adalah pendapat yang tidak benar.
قال ابن عباس رضى الله عنهما ان يأجوج ومأجوج تسعة أجزاء والعالم جميعه جزء واحد ذكر صفاتهم
Sahabat Ibnu Abbas radliyallahu’anhuma mengatakan bahwasanya Ya’juj Ma’juj terdiri dari Sembilan bagian sedangkan keseluruhan alam terdiri dari satu bagian yang telah disebutkan sifat-sifat mereka.
قال السدى انهم على ثلاثة أصناف صنف كالنخل الطويل حتى قيل ان فيهم من طوله مائة وعشرون ذراعا وصنف منهم طوله وعرضه سواء يفترش احدى أذنيه ويلتحف بالأخرى فهذا الجنس لا يترك وحشا ولا ذا روح الا ويأكله ومن مات منهم أكلوه وصنف منهم فى غاية القصر فمنهم من طوله شبر وشبران لا يموت أحدهم حتى يرى له ألف ولد وهم لا يحصون لكثرتهم
Imam as-Saddy mengatakan bahwasanya Ya’juj Ma’juj terdiri dari tiga golongan. Golongan pertama seperti pohon kurma yang tinggi, sehingga ada yang menyatakan bahwasanya ada diantara golongan ini yang tingginya 120 dziro’. Golongan kedua memiliki tubuh yang tinggi dan lebarnya sama, mereka memakai salah satu daun telinganya sebagai alas tidur dan daun telinga lainnya sebagai selimut, jenis ini tidak pernah meninggalkan seekor buruan ataupun satu makhluk yang memiliki ruh, kecuali akan dimakan oleh mereka, jika ada satu yang mati diantara mereka, maka yang lain akan memakannya. Golongan ketiga memiliki tubuh yang sangat pendek, sebagian mereka ada yang memiliki tubuh yang hanya satu jengkal atau dua jengkal, salah satu dari jenis ini tidak mati kecuali telah meninggalkan seribu anak, dan jenis ini tidak dapat diperkirakan jumlahnya karena saking banyaknya.
وقيل فى الأخبار ان يأجوج ومأجوج يلحسون السد بألسنتهم حتى يروا منه شعاع الشمس اذا غربت ويقولون إذا نفتحه فيأتون اليه فى اليوم الثانى فيجدونه كما كان أولا فى الشدة والسمك وهذا دأبهم الى قيام الساعة فيلحسونه فى آخر الزمان اذا جاء الوعد ويقولون إذا نفتحه ويقولون ان شاء الله فلما يعودون فى اليوم الثانى يجدونه مفتوحا فيخرجون على الناس ويسيحون فى الأرض ويأكلون الأشجار ويشربون الأنهار ويرمون الناس بسهامهم ويفسدون على الناس معيشتهم ويأكلون زروعهم ويرسل الله عليهم الريح التى أهلك الله بها قوم عاد فيموتون فى ساعة واحدة وتنتن الأرض من جيفتهم فيرسل الله تعالى طيورا فتلتقطهم وتلقيهم فى البحر كما تقدم
Dalam sebuah khabar dikatakan bahwa Ya’juj Ma’juj mengerat (mengkrikiti-bahasa jawanya-red) dinding (yang dibangun Dzul Qornain) dengan mulut-mulut mereka sehingga mereka melihat dari celah dinding tersebut sinar matahari tenggelam lalu mereka berkata; “sekarang kita telah membuka dinding tersebut”. Mereka lalu mendatangi dinding tersebut pada hari yang kedua, mereka menemukan dinding tersebut seperti sedia kala dalam kokoh dan tebalnya, dan inilah yang selalu mereka lakukan sampai datangnya hari kiamat.
Pada akhir zaman kelak yaitu pada hari yang sudah dijanjikan, mereka kembali mengerat dinding tersebut lalu mereka berkata; “sekarang kita telah membuka dinding tersebut”. Mereka berkata; “Jika Allah menghendaki”. Kemudian mereka mendatangi kembali dinding tersebut pada hari kedua, mereka mendapati dinding tersebut telah terbuka, mereka segera keluar dan mendatangi manusia. Mereka bepergian mengarungi segala penjuru bumi, memakan berbagai pepohonan, meminum semua air yang ada di sungai-sungai, melempari manusia dengan panah-panah mereka, menghancurkan mata pencarian manusia (penghidupan), memakan tanaman-tanaman manusia. (Setelah Ya’juj Ma’juj melakukan itu semua) lalu Allah Ta’ala mengirimkan kepada mereka sebuah angin yang dahulu pernah menghancurkan kaum ad, dan matilah mereka semua (Ya’juj Ma’juj) pada saat itu juga. Udara bumi tercemari oleh bau busuk yang berasal dari bangkai mereka, kemudian Allah Ta’ala mengutus burung-burung untuk mematuk mereka lalu melemparkan bangkai-bangkai mereka ke dalam lautan, seperti keterangan yang telah lalu.
قال الثعلبى ان الناس يلتقطون أسلحتهم من الأرض ولا يزالون يلتقطون ذلك سبع سنين
Imam ats-Tsa’labi mengatakan bahwa para manusia memunguti pedang-pedang mereka (Ya’juj Ma’juj) di seluruh penjuru bumi, manusia tidak henti-hentinya memunguti pedang-pedang mereka tersebut selama delapan tahun. [ Badai’uz Zuhur hal 100 Shamela ].
Ada yang berpendapat Ya’juj Ma’jud adalah Sekelompok suku bangsa yang hidup di Asia Tengah, pada jaman Iskandar Agung sudah ada dan dibuatkan Dinding Tembaga. Keberadaannya terkurung dalam suatu tempat dan kelak muncul jaman Nabi Isa turun. Mereka membuat kekacauan di muka bumi dan serumpun dengan orang Tar-tar (Mongol). Mereka sering membuat kerusakan dimuka bumi. Ada yang beranggapan Jengis Khan -12 M masih kerabat dekat dengan mereka yang membuat kerusakan di Asia dengan invasinya ke Persia termasuk mengobrak abrik Dinasti Abasyiah, Eropah Timur, India, China, Jepang bahkan Pulau Jawa. Kalau menyimak kitab Badai zuhur mereka Bani Yafits, sedang mereka dekat dengan suku Turki dan China (keturunan Syam bin Nabi Nuh, Nabi Nuh hanya punya 3 keturunan setelah banjir : Yafits, Hafiz dan Sam). [Kang As’ad, Sunde Pati, Muhamad Nasir].
Link Diskusi :

www.fb.com/groups/piss.ktb/386953204660827/

Bacaan Lainnya

Pos terkait