2062. HUKUM ISTRI YANG BEKERJA UNTUK MENCARI KEKUATAN

PERTANYAAN :
Assalaamu’alaikum Warohmatullaahi Wabarokaatuh. Wanita bekerja bukan untuk mencari kekuatan tapi untuk membantu suami dan mengharap Ridho Alloh, bagaimana jika dalam fikiran seorang istri memiliki pemikiran bekerjalah untuk mempunyai kekuatan. Karena dalam banyak kasus wanita yang bekerja “banyak” yang berani melawan suaminya. Jika istri bekerja untuk mencari kekuatan apakaah Alloh meridhoinya? [Ian Saputra].
JAWABAN :
Wa’alaikumsalam. Kalau pekerjaannya menjadikan si istri berani terhadap suami, maka jelas tidak dibenarkan, karena seorang istri harus taat pada suami.
الرِّجَالُ قَوَّامُونَ عَلَى النِّسَاءِ بِمَا فَضَّلَ اللَّهُ بَعْضَهُمْ عَلَى بَعْضٍ وَبِمَا أَنْفَقُوا مِنْ أَمْوَالِهِمْ فَالصَّالِحَاتُ قَانِتَاتٌ حَافِظَاتٌ لِلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ اللَّهُ وَاللَّاتِي تَخَافُونَ نُشُوزَهُنَّ فَعِظُوهُنَّ وَاهْجُرُوهُنَّ فِي الْمَضَاجِعِ وَاضْرِبُوهُنَّ فَإِنْ أَطَعْنَكُمْ فَلَا تَبْغُوا عَلَيْهِنَّ سَبِيلًا إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلِيًّا كَبِيرًا
Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka). Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar (QS. ANNISA’ 34)
وَلَهُنَّ مِثْلُ الَّذِي عَلَيْهِنَّ بِالْمَعْرُوفِ وَلِلرِّجَالِ عَلَيْهِنَّ دَرَجَةٌ وَاللَّهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌ
Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang ma’ruf. Akan tetapi para suami, mempunyai satu tingkatan kelebihan daripada isterinya[143]. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS. ALBAQARAH 228)
إِذَا صَلَّتِ الْمَرْأَةُ خَمْسَهَا وَصَامَتْ شَهْرَهَا وَحَفِظَتْ فَرْجَهَا وَأَطَاعَتْ زَوْجَهَا قِيلَ لَهَا ادْخُلِى الْجَنَّةَ مِنْ أَىِّ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ شِئْتِ
“Jika seorang wanita selalu menjaga shalat lima waktu, juga berpuasa sebulan (di bulan Ramadhan), serta betul-betul menjaga kemaluannya (dari perbuatan zina) dan benar-benar taat pada suaminya, maka dikatakan pada wanita yang memiliki sifat mulia ini, “Masuklah ke dalam surga melalui pintu mana saja yang engkau suka.” (HR. Ahmad 1: 191 dan Ibnu Hibban 9: 471)
لَوْ كُنْتُ آمِرًا أَحَدًا أَنْ يَسْجُدَ لِأَحَدٍ لَأَمَرْتُ المَرْأَةَ أَنْ تَسْجُدَ لِزَوْجِهَا
“Seandainya aku boleh menyuruh seseorang sujud kepada orang lain, maka aku akan menyuruh seorang wanita sujud kepada suaminya.” (Hadits shahih riwayat At-Tirmidzi).
KITAB ALMU’JAM AL-AUSAT KARYA SYEH ABUL QOSIM SULAIMAN BIN MUHAMMAD ATTABRONI JUZ 7 HAL 56 :
المعجم الأوسط – (ج 7 / ص 56)  الكتاب : المعجم الأوسط   المؤلف : أبو القاسم سليمان بن أحمد الطبراني
حدثنا محمد بن معاذ الحلبي نا محمد بن كثير العبدي نا همام نا إسماعيل بن مسلم المكي عن الحكم بن عتيبة عن عبد الرحمن بن أبي ليلى عن كعب بن عجرة قال مر على النبي صلى الله عليه و سلم رجل فرأى أصحاب النبي صلى الله عليه و سلم من جلده ونشاطه ما أعجبهم فقالوا يا رسول الله لو كان هذا في سبيل الله فقال رسول الله صلى الله عليه و سلم إن كان خرج يسعى على ولده صغارا فهو في سبيل الله وإن خرج يسعى على أبوين شيخين كبيرين فهو في سبيل الله وإن كان يسعى على نفسه يعفها فهو في سبيل الله وإن كان خرج رياء وتفاخرا فهو في سبيل الشيطان
Aku (abul qosim sulaiman bin ahmad attabroni) diceritai muhammad bin muadz alhalbi, beliau diceritai muhammad bin katsir al-abdi, beliau diceritai himam, beliau diceritai ismail bin muslim almaki dari hakam bin utaibah dari abdur rohman bin abi laili dari ka’ab bin ajroh beliau berkata : seorang laki-laki lewat dan ketemu Nabi saw lalu para sahabat nabi melihat warna kulitnya laki-laki tersebut dan rajin / pandai / giatnya laki-laki itu sangat mengagumkan para sahabat, lalu para sahabat bertanya pada nabi, Ya Rosulalloh, andaikan orang ini ada di jalan Alloh, lalu nabi menjawab : Jika seseorang bekerja untuk anak-anaknya yang masih kecil, maka orang tersebut berada dalam jalan Allah, Dan jika orang tersebut bekerja untuk kedua orang tuanya, maka dia juga berada di jalan Allah. Dan jika orang tersebut bekerja untuk memenuhi kebutuhannya sendiri maka orang tersebut juga berada di jalan Allah dan jika orang tersebut bekerja untuk riya’ kesombongan,maka dia berada di jalan syetan. [ Ibnu Toha, Sunde Pati ].
Link Asal :

www.fb.com/groups/piss.ktb/494620930560720/

Pos terkait