2620. BENARKAH WANITA LEBIH UTAMA SHALAT DI RUMAH DARIPADA DI MASJID ?

PERTANYAAN :
Assalamu’alaikum wr.wb. Saya mau tanya, wanita itu lebih utama sholat di rumah atau di masjid / mushola ?? Dan bagaimana kalau mushala / masjid itu ada di dekat rumahnya ?? Soalnya saya punya tetangga yang tidak memperbolehkan ibunya shlat di mushola yang ada di seblah rumahnya karena katanya wanita itu lebih utama shlat di rumah, walaupun shalatnya sendirian ?? Benarkah ?? Kalau Wanita shlat di rumah, tapi secara munfarid, tidak berjamaah, apa itu juga masih lebiih afdhol daripada di masjid / mushola yang berjamaah ? Terima kasih. Wassalamu’alaikum wr.wb. [Ainie D’Light Eye’s].
JAWABAN :
Wa’alaikum salam warahmatullah wabarakatuh. Tak ada larangan wanita untuk shalat di masjid / mushola, tapi memang ahsannya dan lebih utama shalat di rumah. Itu Lebih menjaga. Dan jika ke masjid, maka jangan memakai parfum, jangan berdandan dan yang penting jangan banyak tingkah. Wallahu’alam.
Mbak ainie : sekarang saya yang tanya ke mbak, ” apakah mbak ainie menganggap Rasulullah saw tidak tahu bahwa sholat di masjid itu kemungkinan besar sekali berjamaah, dan sholat di rumah itu kemungkinan besar sekali munfarid, lalu kenapa koq tetap mengatakan afdhol di rumah? Apa mbak ainie belum yakin sama ucapan Rasulullah saw yang sayang sama anda dan umatnya ini bahwa solat di rumah lebih afdhol ?”
Insya Allah mbak, semakin cinta mbak ainie kepada Rasulullah saw, maka akan semakin yakin betul sama sabda Nabi saw dan akan datang sendiri penjelasannya ke dalam pikiran mbak. Mari cintai Rasulullah saw.
Wa qoola rasulullohi shollollohu ‘aalihi wasallam… la-an tushollil mar-ati fii baitiha khoirun-laha min antusholli fii hujrotiha, wa la-antusholli fii hujrotiha khoirun-laha min antusholli fid-daari,wa la an-tusholli fid-daari khoirun-laha min antusholli fil masjidi, rowahul baihaqiyyu ‘an ‘aa-isyah…
NABI SAW bersabda : sholatnya perempuan di kamar lebih baik dari pada sholat di ruang tengah,sholatnya perempuan di ruang tengah lebih baik daripada sholat di ruang tamu (rumah bagian depan), sholatnya perempuan di rumah lebih baik daripada di sholat di mesjid. [ HR.IMAM BAIHAQI  dari sayyidatina AISYAH, kitab UQUDULLUJJAIN hal.13 ].
Tapi bukan berarti wanita gak boleh sholat di mesjid, cuma AFDHOLnye wanita sholat di rumah… kalo memang wanita ingin sholat di masjid ya jangan dilarang, dan jangan pula wanita disuruh harus sholat di masjid… wallohua’lam.
Bagi wanita lebih utama berjama’ah di rumah :
.وخرج بالذكر المرأة فإن الجماعة لها في البيت أفضل منها في المسجد. إعانة الطالبين ٢/٥
Tetap lebih utama shalat sendirian karena bagi wanita yang muda / musytahat ato wanita yang sudah tua / tidak musytahat bila berpakaian yang bagus / berhias atau memakai minyak wangi menghadiri jama’ah di masjid atau mushalla hukumnya makruh, bahkan hukumnya harom bila tanpa idzin dari walinya atau suaminya bila sudah punya suami atau dapat idzin tapi khawatir terjadi fitnah.
.ويكره لها أى المرأة حضور جماعة المساجد إن كانت مشتهاة ولو في ثياب بذلة أو غير مشتهاة وبها شيئ من الزينة أو الريح الطيب وللامام أو نائبه منعهن كما له منع من تناول ذا ريح كريه من دخول المسجد ويحرم عليهن بغير إذن ولي أو حليل أو سيد أو هما في أمة متزوجة ومع خشية منها أو عليها. اعانة الطالبين ٢/٥
Solusinya shalat jama’ah di rumah bersama dengan suaminya atau keluarganya bila belum bersuami karena bagi seseorg laki-laki lebih utama berjama’ah di rumah bersama istri ato keluarganya sekiranya bila dia shalat di masjid istrinya atau keluarganya tidak berjama’ah dengan catatan dengan tidak hadirnya laki-laki tersebut ke masjid tidak menyebabkan kosongnya jama’ah di masjid.
.نعم إن كان يصليها بأهله جماعة وذهابه الى المسجد يفوتها وقام الشعار بغيره ولم يتعطل مسجد بغيبته فهو أفضل. بشرى الكريم ١/١١٩وتحصل فضيلة الجماعة بصلاته بزوجته أو نحوها بل تحصيله الجماعة لأهل بيته أفضل. الباجوري ١/١٩٣
Sepakat lebih utama shalat di rumah.
نهاية المحتاج (2/ 140)
ويكره لها حضور جماعة المسجد إن كانت مشتهاة ولو في ثياب مهنة أو غير مشتهاة وبها شيء من الزينة أو الريح الطيب وللإمام أو نائبه منعهن حينئذ كما له منع من تناول ذا ريح كريه من دخول المسجد
Bagi wanita dimakruhkan menghadiri jamaah dimasjid jika wanita tersebut masih seger (masih bisa disyahwati/dihasrati) walaupun pakai baju yang terjaga atau wanita tersebut sudah tidak dihasrati tapi ia pakai perhiasan atau pakai parfum boleh bagi sang imam atau naibnya untuk mencegah wanita tersebut menghadiri jamaah di masjid sebagaimana diperbolehkan bagi imam atau naibnya mencegah masuk masjid bagi orang yang makan makanan yang berbau. Wallohua’lam. [Asrini Ummu Hafshoh, Iwan Fathi Fauzan, Reza Pacicu, Ghufron Bkl, Sunde Pati].
LINK ASAL :
www.fb.com/groups/piss.ktb/580021795353966

Pos terkait