Apakah Kutek Termasuk Penghalang dalam Bersuci?

  • Whatsapp
Apakah Kutek Termasuk Penghalang dalam Bersuci?

Pertanyaan: Apakah Kutek Termasuk Penghalang dalam Bersuci?

Assalamu alaikum Wr. Wb.

Hukum kuku wanita yang memakai kutek ketika berwudhu. Apakah sah wudhunya? [Amar Ma’ruf Nahi Munkar II].

Bacaan Lainnya

 

Jawaban atas pertanyaan Apakah Kutek Termasuk Penghalang dalam Bersuci?

Wa’alaikum salaam Wr. Wb.

Dalam menghias kuku atau tangan dikenal nama kutek dan henna atau inai. Lazimnya kutek berbahan dasar cat yang ketika sudah kering dan menempel di kuku akan menghalangi datangnya air pada kuku (anggota wudhu). Sedangkan henna atau inai adalah sejenis pacar dari daun tanaman yang disebut Henna atau Lawsonia Inermis.Kata Henna berasal dari bahasa arab “Al-Hanaa”.

Cara pemakaian keduanya pun berbeda: Kutek ditempelkan langsung pada kuku dan tidak dibasuh setelahnya,artinya yang menempel pada kuku tersebut adalah dzatiyah atau ‘ain nya. Dan ketika dikerok misalnya maka akan terkelupas cat nya. Sedangkan Henna atau Inai, ditempelkan dikuku dan setelah beberapa saat kuku pun dicuci sehingga yang tertinggal hanya atsar warna nya saja. Maka ketika KUTEK menghalangi sampainya air pada anggota wudhu,maka wudhunya tidak sah. Dan ketika Henna atau Inai hanya berupa atsarnya saja, maka wudhunya sah.

Referensi: Nihayatuz Zain: 17 , I’anah al Tholibin: 1/46

 

Bila hanya tinggal bekasnya/warnanya saja/tidak ada bendanya maka wudlu’nya sah: Jika masih ada bendanya maka di lihat dulu, kalau kutek tersebut bisa tembus/menyerap air maka wudlu’nya juga sah, Jika tidak menyerap air maka wudhunya tidak sah.

المجموع الجزء 1 صحـ : 387 مكتبة المطبعة المنيرية

( السَّابِعَةُ ) إذَا كَانَ عَلَى بَعْضِ أَعْضَائِهِ شَمْعٌ أَوْ عَجِينٌ أَوْ حِنَّاءٌ وَأَشْبَاهُ ذَلِكَ فَمَنَعَ وُصُولَ الْمَاءِ إلَى شَيْءٍ مِنْ الْعُضْوِ لَمْ تَصِحَّ طَهَارَتُهُ سَوَاءٌ أَكَثُرَ ذَلِكَ أَمْ قَلَّ وَلَوْ بَقِيَ عَلَى الْيَدِ وَغَيْرِهَا أَثَرُ الْحِنَّاءِ وَلَوْنُهُ دُونَ عَيْنِهِ أَوْ أَثَرُ دُهْنٍ مَائِعٍ بِحَيْثُ يَمَسُّ الْمَاءُ بَشَرَةَ الْعُضْوِ وَيَجْرِي عَلَيْهَا لَكِنْ لَا يَثْبُتُ صَحَّتْ طَهَارَتُهُ اهـ

Wallohu a’lam. Semoga bermanfaat. [Santrialit, Ghufron Bkl].

Sumber Baca Disini

Silahkan baca juga artikel terkait.

Pos terkait