Beruntung Sekali, Andai Engkau Bukan Seorang Pemimpin

Diposting pada 1,006 views

Diriwayatkan, bahwasanya sayyidina Umar bin Khattab radliyallahu’anh suatu ketika turut serta menghantar jenazah salah seorang kaum muslimin, tiba-tiba datang seorang laki-laki yang tak dikenal, lalu turut serta mensholatkan janazah tersebut.

Ketika mayit tersebut telah dimakamkan, laki-laki tersebut lalu meletakkan tangannya di atas kubur mayit tadi lalu berkata;

“Ya Allah, jika Engkau menyiksa mayit ini, maka itu adalah hak-Mu, karena mayit ini telah maksiat kepada-Mu. Tetapi jika Engkau merahmatinya, maka sesungguhnya ia adalah orang yang sangat butuh akan belas kasih-Mu.”

“Sungguh beruntung sekali engkau wahai mayit, seandainya saja engkau bukan seorang amir, bukan seorang pemimpin, bukan seorang penulis, bukan seorang pengurus, dan bukan pula seorang penarik pajak.”

Ketika laki-laki tersebut telah selesai mengucapkan kata-kata di atas, tiba-tiba sosoknya hilang dalam kerumunan manusia. Sayyidina Umar lalu memerintahkan salah seorang sahabatnya untuk mencari laki-laki tersebut, namun tak menemukannya.

Sayyidina Umar lalu berkata; “Laki-laki tersebut adalah Nabiyullah Hidlir ‘alaihissalam.”

**Di sadur dari kitab at-Tibr al-Masbuk fi Nashihah al-Muluk karya al-Imam al-Ghazali, oleh al-faqir As’ad.

Wallahu a’lam.

Demikian, semoga bermanfaat.

Sumber tulisan ada di sini.

Silahkan baca artikel terkait.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *