Hukum Daging Kucing

Hukum Daging Kucing

PERTANYAAN: Bagaimana Hukum Daging Kucing?

Assalamu ‘alaikum Wr.Wb. Daging kucing itu HALAL atau HARAM ? [Santriwati Dumay].

 

Bacaan Lainnya

JAWABAN dari pertanyaan Bagaimana Hukum Daging Kucing?

Wa’alaikum salam Wr. Wb. Terdapat perbedaan pendapat ulama dalam hukum mengkonsumsi daging kucing, namun menurut QOUL SHOHIH hukumnya HARAM. Kucing rumahan menurut Syaf’iyah dan Jumhur Ulama hukumnya haram, menurut Imam Al-Laits bin Robi’ah hukumnya mubah sedangkan menurut Imam Malik hukumnya makruh, sebagian Ashab Syafi’i mengatakan makruhnya tanzih sebagian yang lain mengatakan makruhnya tahrim, tetapi dalam syarah misykatul mashobih, ibnu malik berkata bahwa memakan daging kucing hukumnya haram tanpa ada khilaf.

Dalam kitab Nailul Author dijelaskan bahwa dalam hadits larangan memakan kucing terdapat dalil haramnya memakan daging kucing, secara dzohir tidak ada perbedaan antara kucing liar dan kucing rumahan, tapi menurut Syafi’iyah ada satu pendapat halalnya kucing liar jika asli liar, bukan asalnya kucing rumahan kemudian menjadi liar. Sedang dalam kitab Hayatul Hayawan, haram hukumnya memakan daging kucing menurut pendapat yang shohih, pendapat kedua hukumnya halal menurut Al-Laits bin Sa’id, pendapat halalnya kucing juga dipilih oleh Abul Hasan Al Busanji, beliau termasuk salah satu Imam Ashab Syafi’i.

 

– Kitab Hayatul Hayawanil Kubro:

 

الحكم : يحرم أكل الهر على الصحيح، والثاني، وبه قال الليث بن سعد، يحل أكله. واختاره أبو الحسن البوشنجي، وهو من أئمة أصحابنا

 

– Kitab Al Majmu’ Imam Nawawi:

 

وأما حديث ( الهرة سبع ) فرواه وفي سنن البيهقي عن جابر قال : { نهى رسول الله صلى الله عليه وسلم عن أكل الهرة وأكل ثمنها } .

( فرع ) السنور الأهلي حرام عندنا ، وبه قال جمهور العلماء ، وأباحه الليث بن ربيعة ، وقال مالك : يكره فقال بعض أصحابنا : كراهة تنزيه ، وبعضهم كراهة تحريم ، والله أعلم .

– Kitab Syarah misykah:

 

وعن جابر – رضي الله عنه – أن النبي – صلى الله عليه وسلم – نهى عن أكل الهرة وأكل ثمنها . رواه أبو داود ، والترمذي

قال ابن الملك : أكل لحم الهر حرام بلا خلاف

– Kitab Nailul author (8/133):

 

وقد استدل بالحديث الأول على تحريم أكل الهر وظاهره عدم الفرق بين الوحشي والأهلي . ويؤيد التحريم أنه من ذوات الأنياب . وللشافعية وجه في حل الهر الوحشي كحمار الوحش إذا كان وحشي الأصل لا إن كان أهليا ثم توحش .

Sumber tulisan ada disini.

Silahkan baca juga artikel terkait.

Pos terkait