Inilah Najis Yang Dikecualikan atau Dimaafkan

Inilah Najis Yang Dikecualikan atau Dimaafkan

Pertanyaan: Adakah Najis Yang Dikecualikan atau Dimaafkan?

Assalamu alaikum Wr. Wb.

Air kurang dari dua kulah kemasukan najis jadi najis. Namun ulama syafiiyah mengecualikan untuk najis-najis yang ringan atau sulit dihindari (Dalam kitab kifayatul akhyar) Benarkah demikian? najis-najis ringannya seperti apa ya? mohon terjemahan kitab nya, barangkali ada yang punya soft file nya?

Bacaan Lainnya

[Nuzul Dianperdana]

Jawaban atas pertanyaan Najis Yang Dikecualikan atau Dimaafkan

Wa’alaikum salam Wr. Wb.

Dan pengecualian dari najis yang bisa memberikan pengaruh yaitu najis yang tidak bisa memberikan pengaruh, Imam Nawawi dalam kitab Roudhoh berkata: “seperti hewan yang tidak mempunyai darah mengalir misalnya lalat, kecoa dan semisalnya”

Dan seperti najis yang tidak terlihat mata karena cobaan yang merata, dan seperti ketika lalat jatuh ketempat najis kemudian dia jatuh ke dalam air. Cipratan kencing yang tidak telihat mata maka dima’fu.

Dan seperti ketika kucing yang mulutnya najis kemudian dia pergi dan ada kemungkinan mulutnya suci setelah dia pergi, maka air sedikit tidak menjadi najis dalam contoh ini.

Dan dikecualikan juga rambut najis yang sedikit maka air sedikit tidak menjadi najis sebagaimana penjelasan Imam Nawawi dalam bab awani, dan tidak dikhususkan dengan rambut manusia menurut pendapat Ashoh, sedkit ini bisa diketahui berdasarkan kebiasaan. Imam Nawawi dalam Syarah Muhadzab berkata: “satu, dua dan tiga rambut di ma’fu”

Dan dikecualikan juga hewan yang pada lubang kotorannya terdapat najis kemudian dia jatuh ke dalam air maka air tersebut tidak menjadi najis menurut pendapat ashoh sebab sulit menjaganya, berbeda kasusnya jika dia adalah seorang yang beristinjak menggunakan batu maka bisa menajiskannya tanpa ada khilaf, karena masih mungkin menjaganya.

Dan dikecualikan juga ketika ada anak kecil makan najis kemudian dia pergi dan ada kemungkinan sucinya mulut anak kecil tersebut, seperti kasus kucing, maka air sedikit tidak menjadi najis sebabnya. Hal ini disebutkan oleh Ibnu Sholah dan ini adalah masalah yang bagus.
Sumber:
-Kifayatul Akhyar 1/11:

واحترز بالنجاسة المؤثرة عن غير المؤثرة قال النووي في الروضة: كالميتة التي لا نفس لها سائلة مثل الذباب والخنافس ونحوها  وكالنجاسة التي لا يدركها الطرف لعموم البلوى به وكما إذا وقع الذباب على نجاسة ثم سقط في الماء،  ورشاش البول الذي لا يدركه الطرف فيعفى عنه  وكما إذا ولغت الهرة التي تنجس فمها ثم غابت واحتمل طهارة فمها فإن الماء القليل لا ينجس في هذه الصور،  ويستثنى أيضاً اليسير من الشعر النجس فلا ينجس الماء القليل صرح به النووي في باب الأواني من زيادته ونقله عن الأصحاب. قال:(ولا يختص بشعر الآدمي في الأصح) أي تفريعاً على نجاسة شعر الآدمي ثم قال: (ويعرف اليسير بالعرف). قال الإمام: لعله الذي يغلب انتتافه لكنه قال في شرح المهذب: يعفى عن الشعرة والشعرتين والثلاث،  ويستثنى أيضاً الحيوان إذا كان على منفذه نجاسة ثم وقع في الماء فإنه لا ينجسه على الأصح لمشقة صونه ذكره الرافعي في شروط الصلاة بخلاف ما لو كان مستجمراً بحجر فإنه ينجسه بلا خلاف كما قال في شرح المهذب، فإن المستجمر بالحجر ونحوه يمكنه الاحتراز،  ويستثنى أيضاً ما إذا أكل الصبي ششيئاً نجساً ثم غاب واحتمل طهارة فمه كالهرة فإنه لا ينجس الماء القليل ذكر ذلك ابن الصلاح وهي مسألة حسنة.

Pembagian ke 2 najis yang dima’fu (dimaafkan):

  1. Najis yang dima’fu di air dan baju. yaitu: najis yang tidak terlihat pandangan mata, debu najis yang kering, sedikit asap, rambut, mulutnya kucing dan bayi yang semisal air adalah benda cair, dan yang semisal baju adalah badan.
  2. Najis yang dima’fu di air dan benda cair tapi tidak dima’fu dibaju dan badan yaitu: bangkai hewan yang tidak mempunyai darah mengalir, lobang kotoran burung, kotoran ikan, dan cacing yang muncul dalam benda cair.
  3. Sebailknya kedua, dima’fu di baju dan badan tapi tidak dima’fu di air dan benda cair yaitu: darah sedikit, tanah jalanan, ulat sutera jika mati di dalamnya, maka tidak wajib membasuhnya sebagaimana penjelasan al Hamawy, sedangkan penjelasan Qodhi Husain sebaliknya.
  4. Najis yang dima’fu pada tempat saja yaitu: kotoran burung di masjid-masjid dan tempat towaf, dan disamakan dengannya yaitu sesuatu yang berada dalam perut ikan yang kecil.

Sumber:

Kitab Asbah Wan Nadhoir:

تقسيم ثان ما يعفى عنه من النجاسة أقسام :

أحدها : ما يعفى عنه في الماء والثوب وهو : ما لا يدركه الطرف وغبار النجس الجاف وقليل الدخان والشعر وفم الهرة والصبيان . ومثل الماء : المائع ومثل الثوب : البدن

الثاني : ما يعفى عنه في الماء والمائع دون الثوب والبدن وهو الميتة التي لا دم لها سائل ومنفذ الطير وروث السمك في الحب والدود الناشئ في المائع .

الثالث : عكسه ، وهو : الدم اليسير وطين الشارع ودود القز إذا مات فيه : لا يجب غسله صرح به الحموي وصرح القاضي حسين بخلافه

الرابع : ما يعفى عنه في المكان فقط ، وهو ذرق الطيور في المساجد والمطاف كما أوضحته في البيوع ويلحق به ما في جوف السمك الصغار على القول بالعفو عنه لعسر تتبعها وهو الراجح .

Wallohu a’lam. Semoga bermanfaat.

[Mujawib: Abdullah Afif, Mas Hamzah]

Sumber Baca Disini
Silahkan baca juga artikel terkait.

Pos terkait