Kisah Warga Tionghoa Merasakan Langsung Karomah Doa Gus Miek

  • Whatsapp
Kisah Warga Tionghoa Merasakan Langsung Karomah Doa Gus Miek

Kisah Warga Tionghoa Merasakan Langsung Karomah Doa Gus Miek

Ada seorang warga Tionghoa bercerita, “Gus Miek itu luar biasa…” begitu kalimat yang pertamakali ia ucapkan. Kemudian ia melanjutkan ceritanya:

Bacaan Lainnya

“Saya dulu pernah menderita sakit komplikasi. Semua rumah sakit unggulan di Indonesia angkat tangan. Sampai saya mencoba berobat ke beberapa tempat di luar negri, namun hasilnya sama. Semuanya angkat tangan. Tak sedikit biaya yang saya keluarkan.”

“Bahkan saya sudah putus asa, tak tahu lagi mau berobat kemana. Namun, di tengah keputusasaan saya, ada salah seorang tetangga yang menyarankan saya untuk mendatangi orang pinter di Jawa Timur. Antara yakin dan tidak yakin, saya berangkat mencari alamat yang ditujukan,” kenang orang tersebut.

Lanjutnya, “Sesampainya di sana, dan bertemu orang pinter yang dimaksud, saya mengutarakan semua keluhan saya. Beliau hanya menyarankan beberapa hal yang menurut saya tak ada hubungannya dengan penyakit yang saya derita. Setelah itu saya pulang, dan mempraktekkan apa yang diperintah orang pinter itu. Meskipun sedikit tidak percaya.”

Baca Juga >  2074. Kisah Seputar Hari Asyura : SEORANG NASHRANI MASUK ISLAM BERKAT MEMULIAKAN ASYURA

“Beberapa bulan kemudian, saya check up ke dokter. Dan, betapa kagetnya dokter itu, tidak percaya bahwa penyakit saya sembuh total. Saya bahagianya bukan main,” tuturnya sembari tersenyum.

“Kemudian, saya datangi lagi orang pinter tersebut dengan maksud berterimakasih. Setelah bertemu, saya tawarkan kepada beliau. ‘Kiai, mau minta apa? Rumah? Mobil? Atau nominal uang? Terserah Pak Kiai’.

Namun, beliau hanya berucap: “Saya tidak membutuhkan apa yang Panjenengan tadi sebutkan. Saya hanya minta satu, Panjenengan masuk Islam. Bersyahadat. Dan, dengan disaksikan beliau, saya bersyahadat dan mengikrarkan bahwa saya masuk Islam sampai sekarang”

Demikian Kisah Warga Tionghoa Merasakan Langsung Karomah Doa Gus Miek. Semoga bermanfaat.

Penulis: Muhammad Wamiq Hammadallah

Editor: Mas Ahmad

Pos terkait