1182. BOLEHKAH MENGAMALKAN SUATU AMALAN TANPA GURU

PERTANYAAN :

Junai Alfaqiiruilalloh Almubaarok
Assalamu’alaikum…
Kpd para Admint Mau tanya bagaimana sebaiknya ? Saya pernah di Beri Amalan yang katanya dari Nabi khidir A.S. Tapi yang memberi Amalan itu orngnya “fasik” , jadi ap saya amalkan atau bgaimana ?
JAWABAN :
Masaji Antoro 
Wa’alaikumsalam
• Untuk doa-doa dan aurad yang maktsur (diajarkan Baginda Nabi), boleh diamalkan secara mutlak.
• Untuk doa-doa dan aurad yang tidak maktsur (tidak diajarkan baginda Nabi secara lagsung), tidak diperbolehkan, kecuali telah ia dapatkan dari imam-imam yang yang mashur dan guru-guru yang telah terkenal dalam bidang ilmiah dan keteguhan agamanya.
12 – ذهب جمهور الفقهاء إلى جواز كل دعاء دنيوي وأخروي ، ولكن الدعاء بالمأثور أفضل من غيره . (3)
__________
(3) روضة الطالبين للنووي 1 / 265 ، وأسنى المطالب 1 / 16
Mayoritas ulama FIQH menilai bolehnya berdoa baik segala doa yang berhubungan dengan duniawi atau ukhrawi, hanya saja berdoa memakai doa yang maktsur lebih utama.
Raudhah at-Thaalibiin I/265, Asnaa al-Mathaalib I/16Al-Mausuuah al-Fiqhiyyah 20/265
يجب علي متعاطي هذه الاحزاب والاوراد والاذكار امور منها ان يتلقاها من اهلها ويرويها عن الائمة المشهورين والشيوخ المعروفين باالعلم ويتخير لذلك من حسن فيه اعتقاده وثبت اليه استناده فاذا يتحقق علمه وديانتهه فله ان يعتقده ويقتدي به ولا يضره ما عرض من نقصه من غي موافقة له فيه ولا ايحاس له لان العصمة انما هي للانبياء خاصة
Diwjibkan bagi yang mengamalkan semua hizib, wirid dan dzikir ini beberapa hal, diantaranya ia harus mempertemukannya dengan guru ahlinya, diriwayatkan dari imam-imam yang telah mashur dan guru-guru yang telah terkenal dalam bidang ilmiah dan keteguhan agamanya, telah dipersilahkan untuk dikerjakan bagi orang-orang yang telah baik keyakinannya serta cara bersandarnnya juga telah tertetapkan.
Bila guru tersebut telah diakui keilmuan dan keteguhan agamanya maka baginya boleh meyakini serta mengikutinya dan tidak akan mempengaruhi kredebilasnya hal-hal yang berkembang dari orang lain akan kekurangan yang ada pada gurunya bahwa ia tidak mencocoki ilmunya sebab sifat maksum (terjaga dari dosa) adanya hanya khusus bagi para nabi.
Syarh al-Hizib al-Imaam an-Nawaawy hal. 94 
Walloohu A’lamu Bis Showaab

Pos terkait