1411. KEWAJIBAN MEMBERI NAMA PADA ANAK

  • Whatsapp
PERTANYAAN :
Assalaamu ‘alaykum wr wb. Setiap benda pasti mempunyai nama. Pertanyaanya : Apa ada hukumnya memberi nama kepada anak manusia????? Monggo. [M Noer Qölby].
JAWABAN :
Wa’alaikumsalam. Wajib hukumnya memberi nama kepada anak manusia, sebagaimana keterangan kitab Al-Mausuuah al-Fiqhiyyah XI/328 :
أ – تسمية المولود :
6 – ذكر ابن عرفة أن مقتضى القواعد وجوب التسمية ، ومما لا نزاع فيه أن الأب أولى بها من الأم ، فإن اختلف الأبوان في التسمية فيقدم الأب . (2)
(2) مواهب الجليل 3 / 256 ط . النجاح ، وتحفة المودود ص 106 .
PEMBERIAN NAMA PADA ANAK
Ibn ‘Irfah menuturkan bahwa tuntutan kaidah-kaidah menyatakan kewajiban akan pemberian nama pada anak dan seorang ayah dalam pemberian nama lebih berhak ketimbang seorang ibu, bila kedua orang tua berselisih dalam pemberian nama maka didahulukan nama yang diberikan seorang ayah.
– Tasmiyah al-Mauluud I/8 :
فحقيقة الاسم للمولود : التعريف به، وعنونته بما يميزه على وجه يليق بكرامته آدمياً مسلماً.ولهذا اتفق العلماء على وجوب التسمية للرجال والنساء. (1)وعليه، فإذا لم تكن تسمية، بقى المولود مجهولاً غير معلوم، مختلطاً بغيره غير متميز، إذ الاسم يحدد المولود ويميزه ويعرف به.وانظر كيف كان الإسناد عند المحدثين إذا جاء فيه من أيهم اسمه أو أهمل ، صار السند من قسم الضعيف حتى يعرف، للوقوف على حاله
_________
(1) ” مراتب الإجماع لابن حزم ” (ص154).
Hakikat penamaan pada seorang anak adalah memberikan tanda pengenal padanya, memberi tanda yang dapat membedakannya dengan lainnya dengan cara yang layak dengan kemuliaan anak adam yang muslim, karenanya ulama sepakat bahwa memberi nama pada anak baik untuk anak laki-laki atau wanita hukumnya wajib.Andai anak terbiarkan tanpa nama, maka ia akan tidak dikenal dan diketahui , bercampur dengan lainnya dengan tanpa pembeda karena dengan nama dapat ditentukan keberadaan anak, dibedakan dan dikenal oleh lainnya, lihatlah bagaimana sanad sebuah hadits pun bila salah seorang dari nara sumbernya tidak dikenal namanya maka hadits tersebut menjadi dha’if hingga nara sumbernya menjadi dikenal karena berhenti keabsahan hadits tersebut pada keadaan nara sumbernya yang tidak diketahui namanya.
Dalam sebuah hadits disebutkan :
إِنَّ أَحَبَّ أَسمَائِكُمْ إِلَى اللَّهِ عَبدُاللَّهِ وَ عَبدُ الرَّحْمَنِ
“Sesungguhnya nama yang paling dicintai Allah adalah Abdullah dan Abdurrahman.” (HR. Muslim no. 2132). Wallaahu A’lamu Bis Showaab. [Masaji Antoro, Mbah Jenggot II].
Link Diskusi :

www.fb.com/groups/piss.ktb/387048494651298/

Pos terkait