1677. HUKUM MENGGUNAKAN AIR MUTANAJJIS SEBAGAI CAMPURAN BAHAN BANGUNAN

  • Whatsapp
PERTANYAAN :
Assalamu’alaikum. Mau tanya kaitanya dengan kebiasaan para pekerja bangunan yakni tentang penggunaan air najis (got) untuk mengaduk bahan bangunan (pasir dan semen). Apakah hal tersebut bisa menjadikan bangunan ikut najis juga? [Luru Ilmu ].
JAWABAN :
Wassalamu’alaikum. Wa QOLA AL QODLIY BITHUHRI AL MASHBUGHI BINNAJSI AY MUTLAQON [ Bughyah 17 ]. Qodli berpendapat tentang sucinya barang yang dicetak bercampur najis secara mutlaq.
لو بنى المسجد بالاجر المعجون بالزبل و فرشت ارض المسجد به عفي عنه فتجوز الصلاة عليه و المشى عليه و لو مع رطوبة الرجل
Apabila sebuah masjid dibangun dengan batu merah yang bahan dasarnya bercampur dengan kotoran hewan, kemudian lantai masjid dipasangi dengan batu tersebut, maka dima’fu dan diperbolehkan melakukan sholat dan berjalan di atasnya meskipun kaki dalam keadaan basah [ Nihayatu Zain hal.8 ].
Membangun masjid dengan memakai batu bata yang mutanajjis hukumnya boleh dan sah shalat di atasnya walaupun tanpa alas/penghalang [ Hasyiyal al qulyuubiy 1/76 ].
Dalam kitab Hasyiyah al-Jamal alaa al-Manhaj I/555 dijelaskan :
وهل يجوز بيع الطوب المعجون بالزبل إذا أحرق وبناء المساجد به وفرش أرضها به ويصلى عليه بلا حائل وإذا اتصل به شيء من بدن المصلي أو ملبوسه في شيء من صلاته هل تصح صلاته أو لا أفتونا مأجورين أثابكم الله الجنة فأجاب بما صورته الحمد لله نعم الخزف وهو الذي يؤخذ من الطين ويضاف إليه السرجين مما عمت به البلوى فيحكم بطهارته وطهارة ما وضع فيه من ماء أو مائع لأن المشقة تجلب التيسير ….وأما الآجر المعجون بالسرجين ونحوه فيجوز بيعه وبناء المساجد به وفرش أرضها به وتصح الصلاة عليه بلا حائل

Bolehkah menjual batu bata yang diadon dengan kotoran binatang bila dibakar ? Bolehkah digunakan membangun masjid ? Dijadikan lantai masjid ? Dikerjakan shalat di atasnya dengan tanpa penghalang (semacam sajadah) ? Bila bertemu dengan badan, pakaian orang shalat apakah sah shalatnya ?

Jawaban :
Tembikar yang dibuat dari tanah liat yang dicampur dengan kotoran saat membuatnya maka dihukumi suci. Sedang batu bata yang dicampur dengan kotoran hewan dan sejenisnya maka boleh menjualnya dan boleh pula membangun masjid dengannya, menjadikannya alas masjid serta sah shalat di atasnya meski tanpa memakai kain penghalang. Wallohu a’lam. [Cak Yasin BinSalase, Abdurrahman As-syafi’i, Ghufron Bkl, Masaji Antoro].
Link Asal :

www.fb.com/groups/piss.ktb/437455566277257/

Pos terkait