5464. KAJIAN KITAB AHWALUL QUBUR KARYA AL HAFIDZ IBNU ROJAB (Bagian 38)

Lanjutan Bab Keenam (7)
وقد ذكر بعضهم السر في تخصيص البول والنميمة والغيبة بعذاب القبر وهو أن القبر أول منازل الآخرة وفيه أنموذج ما يقع في يوم القيامة من العقاب والثواب. والمعاصي التي يعاقب عليها يوم القيامة نوعان حق الله وحق لعباده وأول ما يقضي فيه يوم القيامة من حقوق الله الصلاة ومن حقوق العباد والدماء. وأما البرزخ فقضي فيه في مقدمات هذين الحقين ووسائلها فمقدمة الصلاة الطهارة من الحدث والخبث ومقدمة الدماء النميمة الوقيعة في الأعراض وهما أيسر أنواع الأذى فيبدأ في البرزخ بالمحاسبة والعقاب عليهما.
Sebagian ulama’ menyebutkan rahasia pengkhususan air kencing, namimah dan ghibah bisa menyebabkan adzab kubur, yaitu bahwa alam kubur adalah tempat tinggal pertama di alam akherat. di dalamnya banyak terdapat contoh siksa dan pahala yang akan terjadi di hari kiamat nanti.
Sedangkan kemaksiyatan yang akan mendapatkan siksaan di hari kiamat itu ada dua macam, yaitu menyangkut hak Allah dan menyangkut hak hamba-Nya. Yang pertama kali di tuntut dari hak Allah di hari kiamat adalah masalah sholat, sedangkan dari hak hamba adalah masalah darah.
Di alam barzakh, telah diputuskan di dalamnya pendahuluan dan perantaraan dari dua macam hak ini.   pendahuluan sholat adalah bersuci dari hadats dan kotoran, sedangkan pendahuluan darah adalah namimah yang menodai kehormatan manusia.
Keduanya adalah 2 macam penyakit yang mudah terjadi, oleh karenanya di alam barzakh dimulai perhitungan dan siksaan atas keduanya.
وروى عبد الرزاق، عن معمر، عن أبي إسحاق، عن أبي ميسرة عمرو بن شرحبيل قال مات رجل فلما أدخل في قبره أتته الملائكة فقالوا إنا جالدوك مائة جلدة عذاب الله قال فذكر صلاته وصيامه واجتهاده قال فخففوا عنه حتى انتهى إلى عشرة ثم سألهم فخففوا عنه حتى انتهى إلى واحدة فجلدوه جلدة اضطرم قبره نارا وغشي عليه فلما أفاق قال فيم جلدتموني هذه الجلدة قالوا إنك بلت يوما وصليت ولم تتوضأ وسمعت رجلا يستغيث مظلوما فلم تغثه. ورواه أبو سنان عن أبي إسحاق عن أبي ميسرة بنحوه. ورويناه من طريق حفص بن سليمان القارئ وهو ضعيف جدا عن عاصم عن أب وائل عن ابن مسعود عن النبي صلى الله عليه وسلم
Abdur Rozaq menerbitkan dari Ma’mar dari Abu Ishaq dari Abu Maisaroh ‘Amr bin Syurohbil, ia berkata : ” seseorang telah meninggal dunia, ketika di masukkan ke dalam kuburnya, malaikat mendatanginya lalu berkata : kami akan menghukum cambuk kamu sebanyak 100 kali cambukan sebagai adzab dari Allah.
Abu Maisaroh berkata : kemudian disebutkan amalan sholatnya, puasanya dan jihadnya. Kemudian siksaanya diringankan hingga tinggal 10 kali cambukan. kemudian ia meminta keringanan darinya sampai tingga 1 kali cambukan, maka dicambuklah ia sekali cambukan hingga kuburannya dipenuhi api dan ia pun pingsan. ketika telah sadar ia berkata : ” sebab apa kalian mencambukku ?”
Malaikat berkata “sesungguhnya engkau penah kencing suatu hari dan sholat tanpa wudlu dan engkau mendengar seseorang yang meminta tolong namun engkau tidak mau menolongnya.”
Abu Sanan menerbitkannya dari Abu Ishaq dari Abu Maisaroh dengan hadits yang sama. dan kami meriwayatkannya dari jalurnya Hafsh bin Sulaiman Al Qori’ -dia perawi yang lemah sekali- dari ‘Ashim dari Abi Wa’il dari Ibnu Mas’ud dari Nabi shollallohu alaihi wasallam.
فعذاب القبر حصل هاهنا بشيئين أحدهما ترك طهارة الحدث والثاني ترك نصرة المظلوم مع القدرة عليه كما أنه في الأحاديث المتقدمة حصل بترك طهارة الخبث والظلم بالقول وهي متقاربة في المعنى. وفي حديث عبد الرحمن بن سمرة عن النبي صلى الله عليه وسلم قال: “إني رأيت الليلة عجبا” فذكر الحديث بطوله، وفيه “رأيت رجلا من أمتي بسط عليه عذاب القبر فجاءه وضوءه فاستنقذه منه” أخرجه الطبراني وغيره.
keberadaan adzab kubur disini dikarenakan dua hal, pertama meninggalkan bersuci dan kedua tidak menolong orang yang didzolimi padahal mampu menolongnya, sebagaimana bahwa dalam hadits-hadits sebelumnya adzab kubur ada sebab meninggalkan bersuci dan kedholiman dalam ucapan, hal ini berdekatan dalam maknanya. Dalam haditsnya Abdurrahman bin Samuroh dari Nabi shollallohu alaihi wasallam, beliau bersabda : ” malam ini sungguh aku melihat hal yang menakjubkan”, kemudian beliau menuturkan hadits selengkapnya, disebutkan di dalamnya : ” aku melihat seseorang dari umatku diterpa adzab kubur kemudian amalan wudlunya mendatanginya maka amalan wudlu itu menyelamatkannya. At Tabrani dan selainnya menerbitkan hadits ini.
ففي هذا الحديث أن الطهارة من الحدث تنجي من عذاب القبر. وكذا الأمر بالمعروف والنهي عن المنكر ينجي من عذاب القبر كما تقدم ذكره في الباب الثاني لأن فيه غاية النفع للناس في دينهم. وكذلك الجهاد والرباط فإن المجاهد والمرابط في سبيل الله كل منهما بذل نفسه وسمح بنفسه لتكون كلمة الله هي العليا ودينه هو الظاهر وليذب عن إخوانه المؤمنين عدوهم.
Di dalam hadits ini disebutkan bahwa bersuci dari hadats bisa menyelamatkan dari adzab kubur, begitu juga dengan amar ma’ruf nahi mungkar bisa menyelamatkan dari adzab kubur sebagaimana telah disebutkan dalam bab kedua, karena di dalamnya terdapat puncak kemanfa’atan bagi manusia dalam agamanya. begitu juga dengan jihad dan menjaga tapal batas dari serangan musuh, karena seorang mujahid dan penjaga tapal batas fisabilillah keduanya membutuhkan pencurahan jiwa dan raga agar kalimatulloh menjadi mulia dan agama-Nya menjadi tampak nyata, dan juga untuk membela saudara-saudaranya yang beriman dari musuh mereka”. Wallohu a’lam. Bersambung…. [Ust.Nur Hamzah]  # Rabbi zidna ‘ilman nafi’a #
Link Asal :
www.fb.com/notes/1941415632547902            

Pos terkait