0039. Hukum Shalat Fardhu Bermakmum Pada Orang Sholat Sunat

PERTANYAAN :
Kasus : si saprul sedang sholat sunah ba’diyah, tiba-tiba dari belakang ada yang nepak pundak saprul (bukan setan) yang berarti dia ngemakmum ama saprul. Tindakan apa yang harus saprul lakukan ? Monggooo. [Ki Sholawat].
JAWABAN :
Menurut Imam Syafi’i tidak disyaratkan derajat sholat IMAM harus sama jenisnya (seperti sholat adaa’ dan Qodhoo’) juga tidak tidak disyaratkan harus sama derajatnya (seperti imam sholat sunnah sedang makmum sholat wajib) asalkan NIZHOM / urutannya sholat sama diperkenankan sholat berjamaah, (yang nizhomnya tidak sama seperti imam sholat janazah sedang makmum sholat dhuhur misalnya).
Berbeda dengan Imam Madzhab lain (Hanafi, maliki dan Hambali) yang memang disyaratkan derajat sholat imam tidak boleh lebih rendah ketimbang sholatnya makmum.
– Fiqh Alaa madzaahib Al-Arba’ah I/664 :
ومن شروط الإمامة أن لا يكون الإمام أدنى حالا من المأموم فلا يصح اقتداء مفترض بمتنفل إلا عند الشافعية
– Hasyiyah al-Baajury I/205, as-Syarqowi juz I/322 :
ولا يضر اختلاف نية الامام والمآموم لعدم فخش المخالفة فيهما.فيصح اقتداء المفترض بالمتنفل والمؤدى بالقاضى وفي طاويلة بقصيرة كظهربصبح وبالعكوس لكنه مكروه ومع ذلك تحصل فضيلة الجماعة قال : السويقى والكراهة لاتنقى الفضيلة .

Dan tidak bahaya perbedaan niatnya imam dan makmum dalam shalat berjamaah karena tidak adanya kenistaan ketidaksamaan di dalamnya, karenanya sah makmumnya orang shalat fardhu pada imam yang shalat sunat, makmum shalat ada’ pada imam shalat qadha dan makmum shalat panjang seperti shalat dzuhur pada imam shalat pendek seperti shalat shubuh dan sebaliknya hanya saja hukumnya makruh namun masih didapatkan fadhilah berjamaah. Berkata as-Suwayqy “Kemakruhan tersebut tidak dapat menafikan fadhilah jamaah”. Wallaahu A’lamu Bis Showaab. [Masaji Antoro].

Pos terkait