1405. HUKUM PEMAKAIAN GIGI PALSU DARI EMAS

  • Whatsapp
PERTANYAAN :
Assalaamu’alaikum. Nderek tanya kang, laki-laki pakai Emas apa hukum nya, dan bolehkah pake gigi palsu dengan Emas ?. Terimakasih sebelumnya. [Danar Khalafi].
JAWABAN :
Wa yubaahu syaddu sinnin wa unmulatin bid dzahabi wa ittikhaadzu anfin wa unmulatin minhu.Umdatussalik wa uddatunnasik. “Dan mubah mengikat gigi dan ruas jari dengan emas, dan memakai hidung dan ruas jari dari emas. Dalam syarahnya (fayd al-ilah al-malik), terkait bolehnya memakai hidung emas dijelaskan kalau boleh memakai hidung emas maka “wa bil uulaa as-sinnu”, terlebih (boleh) lagi memakai gigi emas.”
ويباح شد سن وانملة بذهب واتخاذ انف وانملة منه (اي من الذهب وان امكن اتخاذهما من فضة لان الذهب اصفي من الفضة لما روى ابو داود باسناد حسن ان عرفجة اصيب يوم الكلاب بضم الكاف فاتخاذ انفا من ذهب وبالاولى السنفيض الإله المالك شرح عمدة السالك وعدة الناسك
Dan mubah mengikat gigi dan ruas jari dengan emas, dan memakai hidung dan ruas jari darinya. Maksudnya dari emas meskipun mungkin menggunakan keduanya dari perak karena emas lebih murni dari perak, dengan merujuk pada riwayat Imam Abu Dawud dengan sanad hasan, bahwasanya shahabat ‘Arfajah terluka (hidungnya) di hari peperangan kemudian memakai hidung dari emas, dan terlebih lagi (bolehnya) untuk gigi. [ Faydl Al-Ilah Al-Malik Kitab Shalat, Bab Maa Yahrumu Lubsuhu, hal 191 ].
Al-Iqna’ 220/1 :
وحرم على ذكورها إلا الأنف إذا جدع فإنه يجوز أن يتخذ من الذهب لأن بعض الصحابة قطع أنفه في غزوة فاتخذ أنفا من فضة فأنتن عليه فأمره صلى الله عليه وسلم أن يتخذه من ذهب وإلا الأنملة فإنه يجوز اتخاذها لمن قطعت منه ولو لكل أصبع من الذهب قياسا على الأنف وإلا السن فإنه يجوز لمن قلعت سنه اتخاذ سن من ذهب وإن تعددت قياسا أيضا على الأنف
Dan bahkan secara lugas dinyatakan :
فإنه يجوز لمن قلعت سنه اتخاذ سن من ذهب وإن تعددت قياسا أيضا على الأنف
Maka boleh bagi orang yang copot giginya untuk memakai gigi dari emas meskipun jumlahnya banyak, diqiyaskan juga pada hidung emas.
Memasang gigi palsu meskipun memakai emas dalam keterangan dikitab Fawaaid al-Janiyyah hal 262 hukumnya boleh :
قوله (وكالشد) الى ان قال …. ويدخل في الشد شد السن وربطه بما فانه يحل وان قدر على غيرهما كما فعل عثمان وانس بن مالك رضي الله عنهما بالنسبة للذهب قيس به الفضة.
Ucapan pengarang kitab (dan menguatkan) sampai pada ucapan : Dan masuk dalam hal menguatkan yaitu menguatkan gigi dan menyambungnya dengan menggunakan emas atau perak. Sesungguhnya hal ini hukumnya adalah boleh, sekalipun mampu untuk menggunakan selain emas dan perak. Sebagaimana yang telah dilakukan oleh Sayyidina Ustman dan Sahabat Anas bin Malik semoga Allah meridhoi keduanya. Dan diqiyaskan dengan emas adalah perak. [ Fawaaid al-Janiyyah hal 262 ].
Bahkan bila orang yang memasang gigi palsu tersebut dengan dipasangi memakai gigi emas atau perak dan sampai ia meninggal belum dilepas maka apabila mencabut gigi emas tersebut menodai kehormatan mayit, maka hukumnya haram dicabut. Dan apabila tidak, maka bila itu seorang laki – laki yang dewasa maka wajib dicabut, bila seorang wanita atau anak kecil maka terserah kerelaan ahli warisnya.
ولهذا لو لبس الرجل حرير الحكة او القمل مثلا واستمر السبب المبيح له ذلك التي موته حرم تكفينه فيه عملا بعموم النهي وانقضاء السبب الذي ابيح له من أجله.
Oleh karenanya jika seseorang memakai kain sutera misalnya untuk menghindari gatal – gatal atau kutu, dan sebab yang memperbolehkan pemakaian sutera tersebut sampai menjelang ajalnya, maka haram mengkafani jenasahnya dengan kain sutera tersebut, berdasarkan larangan pemakaian sutera secara umum dan hadisnya sebab yang memperbolehkan dirinya memakai sutera. [ Nihaayah al-Muhtaaj VI/12 ]. Wallaahu A’lamu Bis Showaab. [Dewan Masjid Assalaam, Masaji Antoro, Mbah Jenggot II].
Link Asal :

www.fb.com/groups/piss.ktb/330413710314777/

Pos terkait