Hukum Menepuk Pundak Bagi Makmum Wanita Pada Imam Laki-Laki

  • Whatsapp
Hukum Menepuk Pundak Bagi Makmum Wanita Pada Imam Laki-Laki

Pertanyaan: Hukum Menepuk Pundak Bagi Makmum Wanita Pada Imam Laki-Laki

Assalamualaikum. Wr. Wb.

Kalau ada cewek mau jadi makmum laki-laki itu caranya apakah harus menepuk pundaknya ? [Ahmad Santri].

Bacaan Lainnya

Jawaban Atas Pertanyaan Hukum Menepuk Pundak Bagi Makmum Wanita Pada Imam Laki-Laki

Waalaikumsalam. Wr. Wb.

Caranya tinggal niat ditambah makmuman (niat jadi makmum), walaupun yang dijadikan imam tidak niat imaman (niat jadi imam) maka sang makmum tetapi mendapat fadhilah jama’ah. Niat imaman itu bebas, jika dia niat imaman berarti dapat pahala jama’ah, jika tidak niat imaman berarti dihitung munfarid walaupun di belakangnya ada yang bermakmum kepadanya.

– kitab fathul qorib bab sholat jama’ah

(و) يجب (على المأموم أن ينوي الائتمام) أو الاقتداء بالإمام…………(دون الإمام)؛ فلا يجب في صحة الاقتداء به في غير الجمعة نية الإمامة، بل هي مستحبة في حقه، فإن لم ينو فصلاته فرادى

Dan diwajibkan bagi makmum untuk niat ikut dengan imam…. tidak diwajibkan bagi imam untuk niat imaman dalam sahnya iqtida’ (mengikutinya) selain sholat jum’at.bahkan niat imaman ini musatahab bagi imam, jika tidak niat imaman maka sholatnya dihitung sendirian.

– Assyamsul Muniiroh I/357 :

٥ – تصح للإمام نية الإمامة مع تحرمه إن لم يكن خلفه أحد إن وثق بالجماعة على الأوجه لأنه سيصير إماما فإن لم ينو ولو لعدم علمه بالمقتدين حصل للمأموم فضيلة الجماعة دونه وان نواها فى الأثناء حصل له الفضل من حينئذ ( قال الفقيه الحبيب زين بن سميط ولذلك ينبغي لمن أراد الاقتداء بالمنفرد ان يشير إليه بنحو ضرب كتفه لينوي ذلك المنفرد الإمامة فيحوز فضيلة الجماعة )(الشمس المنيرة ج ١ ص ٣٥٧ )

Kesimpulannya :

1.Niat menjadi imam itu tidak wajib, kecuali pada shalat jum’at.

2.Menepuk pundak juga bukanlah merupakan keharusan baik bagi makmum laki-laki maupun perempuan.

3.Bagi makmum perempuan jika dengan menepuk akan berdampak fitnah / mengganggu konsentrasi imam maka tidak perlu menepuk, langsung ikut jama’ah saja. Wallahu a’lam. [Mas Hamzah].

Wallahu A’lam.

Demikian, semoga bermanfaat.

Sumber tulisan ada di sini.

Silahkan baca artikel terkait.

Pos terkait