Nahwu: Faidah Idhrob dan Mudhof

  • Whatsapp
Nahwu: Faidah Idhrob dan Mudhof

Pertanyaan: Faidah Idhrob dan Mudhof

Assalamu alaikum Wr. Wb.

  1. Apa pengertian idrab intiqal dan idrab ibtal,dan sebutkan contohnya
  2. Kenapa pada mudhaf,jika kalimah mudhafnya tasniah atau jama muzakkar nun nya di buang?

terimakasih atas ilmunya. (Polem Useuman)

Bacaan Lainnya

 

Jawaban atas pertanyaan Faidah Idhrob dan Mudhof

Wa’alaikum salam Wr. Wb.

  1. Mengenai بل (bal) bermakna Idrob

Idlrob itu i’rodl (berpaling) memalingkan,maksudnya membelokkan/mengalihkan. Idlrob Ibthol (إضراب إبطال ): Mengalihkan dan membatalkan kalimat sebelumnya بل, dan menetapkan kalimat setelahnya بل.

Contoh:

وقالوا اتخذ الرحمن ولدا سبحنه بل عباد مكرمون

Al-Anbiya’ juz 17 ayat 26

“Dan mereka berkata: Tuhan Yang Maha Pemurah telah mengambil / menjadikan anak. Maha Suci Allah (dari apa yang mereka katakan). Akan tetapi (mereka para malaikat) adalah hamba-hamba yang dimulyakan.

Keterangan:

  • Dalam kalimat tersebut mengalihkan pernyataan sebelum بل serta membatalkannya. yakni pernyataan orang kafir bahwa Allah mengambil/menjadikan anak.
  • Dalam kalimat tersebut menetapkan pernyataan setelah بل yakni pernyataan bahwa para malaikat adalah hamba-hamba yang dimulyakan.

Contoh lain:

أم يقولون به جنة بل جاءهم بالحق . . . الأية

Al-Mu’minun juz 18 ayat 70.

perinciannya sama dengan di atas.

  1. Idlrob Intiqol: Pernyataan sebelum بل dengan ditetapkan hukum, dan beralih menetapkan hukum lawannya yang berada setelah بل.

Contoh:

قد أفلح مم تزكى وذكر اسم ربه فصلى بل تؤثرون الحياة الدنيا

Al-A’la juz 30 ayat 14-16

“Sungguh beruntung orang yang membersihkan diri (dengan beriman), dan ingat (menyebut) Nama Tuhannya, kemudian sholat. Akan Tetapi kalian semua lebih memilih kehidupan duniawi. ”

Keterangan:

  • Kalimat sebelum بل ditetapkan hukumnya. dan beralih atau berpindah menetapkan hukum pada kalimat setelah بل tanpa membatalkan kalimat sebelumnya.

Contoh lain:

ما قام زيد بل عمرو

“Zaid tidaklah berdiri akan tetapi ‘Amr (yang berdiri).”

Keterangan: Hukum tidak berdirinya zaid yang jatuh sebelum بل ditetapkan. dan beralih menetapkan hukum berdirinya ‘Amr yang jatuh setelah بل tanpa membatalkan pernyataan sebelumnya.

Referensi:

– Tasywiq Al-Khollan hal. 182 al-haramain.
– Al-Kawakib Ad-Durriyah juz 2, hal. 230 al-haramain.
– Hasyiyah Al-Khudloriy juz 2, hal. 66. al-hidayah.

Karena NUN pada isim tasniah,dinisbahkan kepada tanwin. Maka NUN sudah sepatut nya di hilangkan pada kalimat mudhof ilaih.

Ibarat/referensi untuk nomer 2.

– Al-Kawakib Ad-Durriyah juz 2, hal. 186 Al-Haramain

فصل
وأما المخفوض بالإضافة فنحو غلام زيد ، ويجب تجريد المضاف من التنوين كما في غلام زيد ، ومن نوني التثنية والجمع نحو غلاما زيد وكاتبو عمرو

———————
؛ ( و ) يجب أيضا تجريد المضاف ( من نوني التثنية والجمع ) المذكر السالم ، لأنهما يشبهان التنوين من حيث إنهما يليان علامة الإعراب كالتنوين

Wallohu a’lam. Semoga bermanfaat. (Nyuprih Restu)

Sumber Baca Disini
Silahkan baca juga artikel terkait.

 

Pos terkait