PERTANYAAN: Maya Puspita Assalamu’alaikum Dalam membaca kitab suci al qur’an ataupun memegangnya apakah wanita harus dalam keadaan suci < tidak sedang haid-menstruasi> dan mestikah harus berkeadaan belum batal dari wudhu kita?

Assalamu ‘alaikum warohmatullaahi wabaralaatuh. Al-Fiqh alMausuu’ah XVI/238 menjelaskan : – مِنْ نَوَاقِضِ الْوُضُوءِ عِنْدَ جُمْهُورِ الْفُقَهَاءِ ( الْمَالِكِيَّةِ وَالشَّافِعِيَّةِ وَالْحَنَابِلَةِ ) لَمْسُ الرَّجُل الْمَرْأَةَ وَعَكْسُهُ دُونَ حَائِلٍ . لِقَوْلِهِ تَعَالَى :